Cerebral palsy bisa muncul sejak bayi masih di dalam kandungan, saat persalinan, hingga beberapa tahun pertama setelah lahir. Lalu, apa saja yang dapat meningkatkan risikonya?
ㅤ
Apa Saja Penyebab yang Mungkin?
Cerebral palsy terjadi karena otak anak tidak berkembang secara normal atau mengalami kerusakan. Penyebab pastinya sering kali belum diketahui, tetapi beberapa kondisi berikut diduga berperan.
Saat kehamilan :
- Perubahan pada gen yang berperan dalam perkembangan otak.
- Infeksi pada ibu hamil yang menular ke janin, seperti rubella, cacar air, sifilis, herpes, zika, toksoplasmosis, dan cytomegalovirus.
- Bayi lahir dengan kepala berukuran kecil (mikrosefalus).
- Gangguan aliran darah ke otak janin.
- Perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan bayi.
Saat atau setelah persalinan:
- Otak bayi kekurangan oksigen (asfiksia) selama proses lahir.
- Bayi lahir sungsang, yaitu kaki keluar lebih dulu.
- Penyakit kuning berat yang mengenai otak (kernikterus).
- Peradangan otak (ensefalitis) atau selaput otak (meningitis).
- Cedera kepala berat, misalnya akibat kecelakaan atau guncangan keras pada bayi (shaken baby syndrome).
ㅤ
Apa Saja Faktor Risikonya?
Beberapa kondisi berikut membuat bayi lebih berisiko mengalami cerebral palsy:
- Lahir prematur, yaitu sebelum usia kehamilan 37 minggu.
- Berat badan lahir rendah, yaitu kurang dari 2,5 kilogram.
- Kehamilan kembar dua atau lebih, terutama jika salah satu bayi tidak selamat saat dilahirkan.
- Ibu merokok, minum alkohol, atau menggunakan NAPZA selama hamil.
ㅤ
Perlu Diketahui
Memiliki faktor risiko bukan berarti anak pasti mengalami cerebral palsy. Sebaliknya, pada banyak kasus penyebabnya tidak dapat diketahui dengan pasti, terutama bila berkaitan dengan kelainan genetik. Karena itu, upaya pencegahan memang terbatas, tetapi risikonya bisa ditekan dengan:
- Merencanakan kehamilan dan menjalani vaksinasi MMR sebelum hamil.
- Menjaga pola hidup sehat, seperti makan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan ideal.
- Rutin memeriksakan kehamilan.
- Menghindari rokok, alkohol, dan NAPZA, terutama saat hamil.
- Berkendara dengan aman agar terhindar dari kecelakaan.
ㅤ
Kapan Perlu Memeriksakan Anak?
Jika Anda melihat tanda yang mengarah pada cerebral palsy, seperti keterlambatan duduk, berguling, atau merangkak, otot yang terlalu kaku atau lemas, atau gerakan yang tidak seimbang, segera konsultasikan dengan dokter. Semakin cepat gangguan tumbuh kembang dikenali, semakin cepat anak mendapat penanganan yang tepat.
Kenali risikonya, jaga kehamilan dengan baik, dan jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.












































