Skip to main content

RS Al Irsyad Surabaya

Mitos vs Fakta Kusta: Apakah Kusta Penyakit Menular atau Kutukan?

Kusta adalah penyakit menular yang masih sering diselimuti stigma. Sebagian masyarakat bahkan masih menganggap kusta sebagai kutukan atau akibat hal mistis. Padahal, secara medis, kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Lantas, apakah kusta benar-benar mudah menular? Apa saja gejalanya? Dan bagaimana pengobatannya? Berikut penjelasannya.

Kusta Bukan Kutukan, Ini Penyebabnya

Mitos: Kusta merupakan kutukan, akibat dosa, atau disebabkan oleh hal mistis.

Fakta: Kusta adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Bakteri tersebut dapat menyerang kulit dan saraf tepi. Pada kondisi tertentu, kusta juga dapat memengaruhi mata dan bagian dalam hidung.

Karena memiliki penyebab medis yang jelas, kusta perlu ditangani melalui pemeriksaan dan pengobatan medis. Menganggap kusta sebagai kutukan justru dapat memperkuat stigma dan membuat seseorang enggan mencari pertolongan.

Apakah Kusta Menular?

Ya, kusta dapat menular, tetapi penyakit ini tidak mudah menular.

Penularan kusta umumnya membutuhkan kontak dekat dan berlangsung dalam waktu lama dengan seseorang yang mengalami kusta dan belum mendapatkan pengobatan.

Artinya, seseorang tidak perlu langsung menjauhi atau mengucilkan penderita kusta. Setelah mendapatkan pengobatan yang tepat, risiko penularan dapat berkurang secara signifikan.

Pemahaman yang benar mengenai penularan kusta penting untuk mencegah stigma sekaligus mendorong orang dengan gejala kusta agar segera mendapatkan pemeriksaan.

Apa Saja Gejala Kusta?

Gejala kusta dapat berkembang secara perlahan sehingga terkadang tidak langsung disadari. Salah satu tanda yang cukup khas adalah bercak pada kulit yang mengalami mati rasa atau berkurang sensasinya.

Beberapa gejala kusta yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Muncul bercak putih atau kemerahan pada kulit.
  • Bercak terasa mati rasa atau kurang sensitif terhadap sentuhan, panas, maupun nyeri.
  • Kulit di area tertentu menjadi lebih kering atau mengalami perubahan.
  • Saraf terasa menebal atau membesar.
  • Tangan atau kaki terasa lemah.
  • Muncul luka yang tidak terasa sakit karena berkurangnya sensasi pada kulit.
  • Gangguan pada mata pada kondisi tertentu.

Bercak pada kulit tidak selalu berarti kusta. Beberapa penyakit kulit lainnya juga dapat menimbulkan bercak. Karena itu, diagnosis sebaiknya dilakukan oleh dokter melalui pemeriksaan yang sesuai.

Jenis Kusta yang Perlu Diketahui

Berdasarkan jumlah lesi kulit dan keterlibatan saraf, kusta secara umum dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu pausibasiler (PB) dan multibasiler (MB).

1. Kusta Pausibasiler (PB)

Kusta tipe PB umumnya ditandai dengan 1–5 lesi kulit. Bercak dapat disertai dengan gangguan atau hilangnya sensasi pada area tersebut.

2. Kusta Multibasiler (MB)

Pada kusta tipe MB, biasanya ditemukan lebih dari 5 lesi kulit dan dapat terjadi keterlibatan beberapa saraf.

Klasifikasi kusta penting karena membantu dokter menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Apa yang Terjadi Jika Kusta Tidak Diobati?

Kusta bukan hanya masalah pada permukaan kulit. Bakteri penyebab kusta dapat menyerang saraf dan menyebabkan kerusakan saraf secara bertahap.

Jika tidak mendapatkan pengobatan, kerusakan saraf dapat menyebabkan:

  • Mati rasa pada tangan atau kaki.
  • Kelemahan otot.
  • Luka yang tidak disadari karena hilangnya sensasi nyeri.
  • Gangguan fungsi tangan dan kaki.
  • Gangguan pada mata.
  • Kecacatan permanen.

Inilah alasan deteksi dan pengobatan kusta sejak dini sangat penting. Semakin cepat penyakit diketahui dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan saraf dan komplikasi.

Apakah Kusta Bisa Disembuhkan?

Kusta dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Pengobatan kusta dilakukan menggunakan kombinasi beberapa jenis antibiotik atau multidrug therapy (MDT). Lama dan jenis pengobatan dapat berbeda tergantung pada klasifikasi serta kondisi pasien.

Selain mengobati infeksi, pemeriksaan juga penting untuk memantau kondisi saraf dan mencegah kecacatan.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera konsultasikan dengan dokter jika menemukan bercak kulit yang menetap dan disertai mati rasa, terutama jika muncul bersama kelemahan pada tangan atau kaki.

Jangan menunggu sampai muncul luka atau kecacatan. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Jangan Takut, Jangan Beri Stigma

Kusta adalah penyakit yang memiliki penyebab medis, dapat diobati, dan dapat disembuhkan. Karena itu, kusta tidak seharusnya dikaitkan dengan kutukan atau hal mistis.

Mengenali gejala kusta, memahami cara penularannya, dan melakukan pemeriksaan sejak dini merupakan langkah penting untuk mencegah komplikasi sekaligus memutus stigma terhadap penderita.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami bercak kulit yang mati rasa dan tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan dukungan lingkungan dapat membantu mencegah kecacatan akibat kusta.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.