Skip to main content

RS Al Irsyad Surabaya

Katup Jantung Bermasalah? Kenali 3 Jenis Gangguannya!

Jantung tidak hanya bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Di dalamnya terdapat empat katup jantung yang berfungsi mengatur agar darah mengalir ke arah yang tepat.

Ketika salah satu katup mengalami gangguan, aliran darah dapat terganggu dan membuat jantung harus bekerja lebih keras. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang dan menyebabkan berbagai komplikasi.

Gangguan katup jantung dapat terjadi karena berbagai penyebab dan memiliki beberapa jenis. Apa saja?

Apa Itu Katup Jantung?

Katup jantung merupakan bagian yang berfungsi seperti pintu satu arah. Katup akan membuka agar darah dapat mengalir dan menutup untuk mencegah darah mengalir kembali ke ruang jantung sebelumnya.

Ada empat katup utama, yaitu:

  • Katup trikuspid
  • Katup pulmonal
  • Katup mitral
  • Katup aorta

Jika katup tidak dapat membuka atau menutup dengan baik, aliran darah di dalam jantung dapat terganggu.

Kenali 3 Jenis Gangguan Katup Jantung

Secara umum, gangguan katup jantung dapat berupa penyempitan, kebocoran, atau kelainan sejak lahir.

1. Stenosis: Katup Menyempit atau Kaku

Stenosis katup jantung terjadi ketika katup mengalami penyempitan atau menjadi kaku sehingga tidak dapat membuka dengan sempurna.

Akibatnya, darah lebih sulit melewati katup. Jantung kemudian perlu bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui bagian yang menyempit.

Jika berlangsung dalam waktu lama, beban kerja jantung dapat meningkat dan berpotensi menyebabkan gangguan fungsi jantung.

2. Regurgitasi: Katup Jantung Bocor

Berbeda dengan stenosis, pada regurgitasi, katup tidak dapat menutup dengan sempurna.

Akibatnya, sebagian darah yang seharusnya bergerak ke depan justru mengalir kembali ke ruang jantung sebelumnya. Kondisi ini sering disebut sebagai katup jantung bocor.

Jika kebocoran cukup berat, jantung perlu memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Lama-kelamaan, kondisi tersebut dapat membebani jantung.

3. Atresia: Katup Tidak Terbentuk dengan Sempurna

Atresia merupakan kondisi ketika katup tidak terbentuk dengan sempurna atau tidak memiliki lubang yang memungkinkan darah melewatinya.

Kondisi ini umumnya merupakan kelainan jantung bawaan, sehingga dapat ditemukan sejak bayi.

Karena aliran darah melalui jantung dapat terganggu, atresia membutuhkan evaluasi dan penanganan medis sesuai jenis serta tingkat keparahannya.

Apa Gejala Gangguan Katup Jantung?

Tidak semua gangguan katup jantung langsung menimbulkan gejala. Keluhan dapat muncul ketika gangguan sudah memengaruhi aliran darah atau fungsi jantung.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Sesak napas, terutama saat beraktivitas.
  • Mudah lelah.
  • Jantung berdebar.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
  • Pusing atau merasa ingin pingsan.
  • Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.
  • Penurunan kemampuan beraktivitas.

Pada bayi dan anak dengan kelainan katup jantung bawaan, gejala dapat berbeda. Misalnya, bayi tampak sulit menyusu, mudah lelah saat menyusu, atau mengalami pertumbuhan yang kurang optimal.

Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami gangguan katup jantung. Namun, jika keluhan muncul berulang atau semakin berat, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Apa Penyebab Gangguan Katup Jantung?

Gangguan katup jantung dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kelainan jantung bawaan.
  • Proses degeneratif akibat pertambahan usia.
  • Infeksi pada katup atau lapisan dalam jantung.
  • Penyakit jantung tertentu.
  • Riwayat demam rematik.
  • Kondisi lain yang dapat memengaruhi struktur atau fungsi jantung.

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan diperlukan untuk menentukan jenis gangguan katup dan tingkat keparahannya.

Bagaimana Gangguan Katup Jantung Didiagnosis?

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan mendengarkan suara jantung menggunakan stetoskop. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menemukan bunyi jantung tambahan atau murmur yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Salah satu pemeriksaan yang umum digunakan adalah ekokardiografi atau echo jantung. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk melihat struktur jantung, pergerakan katup, serta aliran darah di dalam jantung.

Pemeriksaan lain dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.

Apakah Gangguan Katup Jantung Bisa Diobati?

Penanganan gangguan katup jantung bergantung pada jenis katup yang bermasalah, tingkat keparahan, gejala, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Pada kondisi ringan, dokter mungkin menyarankan pemantauan secara berkala dan perubahan gaya hidup tertentu. Obat-obatan juga dapat diberikan untuk membantu mengatasi gejala atau kondisi yang menyertai.

Karena itu, tidak semua pasien dengan gangguan katup jantung membutuhkan operasi. Penanganannya harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Jika Anda mengalami keluhan yang berulang, terutama jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan menunda pemeriksaan jantung.

Dengan pemeriksaan yang tepat, jenis gangguan katup dapat diketahui dan penanganan dapat diberikan sesuai kondisi.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.