Memasuki usia lanjut, menjaga tekanan darah tetap terkontrol menjadi bagian penting dari menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Risiko hipertensi juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Yang perlu diperhatikan, hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang bisa saja tidak menyadarinya.
ㅤ
Apa Hubungannya Usia Lanjut dengan Hipertensi?
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah dapat menjadi lebih kaku. Perubahan tersebut dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan darah. Karena itu, lansia dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala agar perubahan tekanan darah dapat diketahui lebih awal.
Hipertensi umumnya ditetapkan berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah yang mencapai 140/90 mmHg atau lebih pada pengukuran yang dilakukan pada hari berbeda. Target tekanan darah selama pengobatan dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi kesehatan dan penyakit penyerta seseorang.
ㅤ
Waspadai Hipertensi pada Lansia
Hipertensi dikenal sebagai kondisi yang sering tidak menimbulkan keluhan. Namun, tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, otak, dan ginjal, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Lansia atau keluarga yang merawatnya perlu lebih waspada apabila tekanan darah tinggi disertai keluhan seperti pusing berat, nyeri dada, sesak napas, pingsan, penurunan kesadaran, atau kelemahan pada anggota tubuh. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis segera.
ㅤ
Tips Menjaga Tekanan Darah pada Lansia
1. Rutin Cek Tekanan Darah
Jangan menunggu munculnya gejala untuk memeriksa tekanan darah. Pemeriksaan dapat dilakukan di fasilitas kesehatan atau menggunakan alat pengukur tekanan darah di rumah. Catatan hasil pemeriksaan juga dapat membantu dokter memantau kondisi secara berkala.
2. Batasi Asupan Garam
Pola makan tinggi garam dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Lansia sebaiknya memilih makanan bergizi seimbang dan membatasi makanan yang mengandung banyak garam. Perbanyak pilihan makanan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sumber serat lainnya.
3. Tetap Aktif Sesuai Kemampuan
Aktivitas fisik secara rutin dapat membantu menjaga berat badan dan tekanan darah. Lansia dapat memilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau senam lansia.
4. Minum Obat Sesuai Resep Dokter
Bagi lansia yang telah mendapatkan obat hipertensi, konsumsi obat perlu mengikuti dosis dan jadwal yang diberikan dokter. Jangan menghentikan atau mengubah obat sendiri hanya karena tekanan darah terasa sudah membaik. Pengobatan dan target tekanan darah perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
5. Jaga Pola Tidur dan Hindari Rokok
Tidur dan istirahat yang cukup dapat mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah. Selain itu, kebiasaan merokok sebaiknya dihentikan karena tembakau merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
ㅤ
Kapan Lansia Perlu ke Dokter?
Tekanan darah yang terus tinggi meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup sebaiknya diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan juga penting dilakukan apabila muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, pusing berat, pingsan, penurunan kesadaran, atau kelemahan anggota tubuh.
ㅤ
Jaga Tekanan Darah, Lindungi Jantung di Usia Lanjut
Hipertensi pada lansia tidak selalu menimbulkan tanda yang mudah dikenali. Karena itu, rutin memeriksa tekanan darah, membatasi garam, tetap aktif sesuai kemampuan, menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter, serta menjaga pola hidup sehat merupakan langkah penting untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Jangan tunggu sampai muncul komplikasi. Pantau tekanan darah secara rutin dan konsultasikan hasilnya dengan tenaga kesehatan.












































