Pernah lupa menaruh kunci, lupa nama seseorang, atau masuk ke sebuah ruangan lalu lupa apa yang ingin dilakukan?
Kondisi seperti ini cukup umum terjadi, terutama seiring bertambahnya usia. Namun, sering lupa tidak selalu berarti seseorang mengalami Alzheimer.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pola lupa tersebut terjadi dan apakah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan mengenali perbedaannya, keluarga dapat lebih cepat menyadari jika seseorang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Pikun, Demensia, dan Alzheimer Itu Berbeda
Sebelum membahas perbedaannya, penting untuk memahami ketiga istilah tersebut.
Pikun biasanya digunakan untuk menggambarkan penurunan daya ingat ringan yang dapat terjadi seiring proses penuaan. Misalnya, sesekali lupa nama atau lupa meletakkan barang, tetapi kemudian dapat mengingatnya kembali.
Sementara itu, demensia bukan satu jenis penyakit tertentu. Demensia merupakan istilah yang menggambarkan kumpulan gejala berupa penurunan kemampuan kognitif yang cukup berat hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sedangkan Alzheimer merupakan salah satu penyakit otak yang dapat menyebabkan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan fungsi kognitif lainnya secara bertahap. Alzheimer merupakan salah satu penyebab demensia yang paling umum.
Lantas, bagaimana membedakan lupa yang masih wajar dengan tanda yang perlu dicurigai?
1. Lupa Sesekali vs Lupa yang Terus Memburuk
Pada pikun yang masih berkaitan dengan proses penuaan, seseorang mungkin sesekali lupa terhadap hal-hal tertentu. Namun, biasanya ia masih dapat mengingat kembali informasi tersebut setelah beberapa saat atau setelah mendapatkan petunjuk.
Pada Alzheimer, gangguan daya ingat cenderung semakin sering dan memburuk secara bertahap.
Contohnya, seseorang tidak hanya lupa menaruh barang, tetapi berulang kali kehilangan barang dan tidak mampu mengingat atau menelusuri kembali apa yang telah dilakukan.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering seseorang lupa, tetapi apakah kemampuan mengingatnya terus mengalami penurunan.
2. Lupa Hal Kecil vs Kesulitan Melakukan Aktivitas Sehari-hari
Lupa sesekali umumnya tidak sampai menghambat aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, gangguan kognitif akibat Alzheimer dapat membuat seseorang kesulitan melakukan kegiatan yang sebelumnya sudah biasa dilakukan.
Misalnya:
- Kesulitan mengatur keuangan.
- Bingung menggunakan alat yang sebelumnya sudah dikuasai.
- Kesulitan mengikuti resep atau langkah memasak yang biasa dilakukan.
- Sering lupa jadwal atau janji penting.
- Kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara.
Jika perubahan tersebut mulai mengganggu kemandirian seseorang, kondisi ini sebaiknya tidak dianggap sebagai pikun biasa.
3. Lupa Sesekali vs Bingung dengan Waktu dan Tempat
Orang yang mengalami penurunan daya ingat normal mungkin lupa hari atau tanggal sesekali, tetapi biasanya dapat mengetahuinya kembali setelah melihat kalender atau mendapatkan informasi.
Pada Alzheimer, seseorang dapat mengalami kebingungan mengenai waktu atau tempat yang lebih sering.
Misalnya, lupa bagaimana sampai ke tempat yang sebenarnya sudah sering dikunjungi, tidak mengetahui tanggal atau musim yang sedang berlangsung, atau bahkan tidak mengenali lingkungan yang familiar.
Kondisi seperti ini perlu mendapat perhatian, terutama jika semakin sering terjadi.
Gejala Alzheimer Tidak Hanya Masalah Ingatan
Alzheimer memang sering diawali dengan gangguan daya ingat, tetapi gejalanya dapat berkembang dan memengaruhi kemampuan lainnya.
Beberapa perubahan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Kesulitan memecahkan masalah atau mengambil keputusan.
- Kesulitan melakukan aktivitas yang sebelumnya familiar.
- Gangguan berkomunikasi atau mencari kata.
- Bingung mengenai waktu dan tempat.
- Perubahan suasana hati atau perilaku.
- Menjadi lebih mudah curiga atau menarik diri dari aktivitas sosial.
- Kesulitan mengenali orang atau benda yang sebenarnya familiar.
Gejala tersebut dapat berkembang secara bertahap sehingga terkadang tidak langsung disadari oleh orang yang mengalaminya maupun keluarganya.
Kapan Lupa Perlu Diperiksakan?
Tidak semua lupa membutuhkan pemeriksaan khusus. Namun, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter jika gangguan daya ingat:
- Semakin sering terjadi.
- Mengganggu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.
- Membuat seseorang kesulitan mengurus dirinya sendiri.
- Disertai kebingungan mengenai waktu dan tempat.
- Disertai perubahan perilaku atau kepribadian.
- Membuat seseorang tersesat di tempat yang sebelumnya familiar.
Pemeriksaan penting dilakukan karena gangguan daya ingat tidak selalu disebabkan oleh Alzheimer. Beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat menyebabkan masalah ingatan atau kemampuan berpikir.
Jangan Langsung Menganggap Lupa sebagai Alzheimer
Lupa sesekali merupakan hal yang dapat terjadi dan tidak otomatis berarti Alzheimer. Yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan kemampuan kognitif dari waktu ke waktu.
Jika lupa mulai semakin sering, memburuk, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.












































