Skip to main content

RS Al Irsyad Surabaya

Anak Terlambat Bicara? Kapan Harus Diperiksa?

Setiap anak punya kecepatan tumbuh kembang sendiri, termasuk dalam hal bicara. Namun, bicara yang tertinggal dari usianya tidak boleh dianggap sepele. Makin cepat penyebabnya diketahui, makin cepat anak bisa mendapat bantuan yang tepat.

ㅤ

Apa Itu Speech Delay?

Speech delay adalah keterlambatan bicara, yaitu kemampuan anak mengucapkan kata yang tertinggal dari anak seusianya. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan pendengaran, kelainan struktur mulut, hingga gangguan saraf. Karena itu, pemeriksaan penting agar penyebabnya tidak hanya ditebak-tebak.

Sebagai gambaran, anak usia 2 tahun umumnya sudah menguasai sekitar 50 kosakata dan mulai menggabungkan dua kata, seperti “aku lapar”. Pada usia 3 tahun, anak biasanya sudah bisa menyusun kalimat dari 3–4 kata.

ㅤ

Tanda yang Perlu Diperhatikan

  • Jarang mencoba bicara. Anak jarang mengeluarkan suara atau kata, dan tidak tertarik meniru ucapan orang lain.
  • Tidak merespons saat dipanggil. Anak seperti tidak mendengar, atau tidak menoleh ketika namanya disebut.
  • Sulit berkomunikasi. Anak menghindari kontak mata saat diajak bicara, atau memilih menunjuk dan memakai gestur ketimbang mengucapkan permintaannya.
  • Sulit menyebutkan benda di sekitarnya. Anak belum mengenali atau menyebut nama benda yang ada di rumah.
  • Belum bisa merangkai kata. Anak belum mampu menggabungkan dua atau tiga kata sesuai usianya.
  • Sulit mengikuti instruksi sederhana. Misalnya diminta mengambil sesuatu, tetapi anak tampak tidak paham.
  • Kemampuan bicara menurun. Anak tiba-tiba berhenti memakai kata yang sebelumnya sudah ia kuasai. Kondisi ini perlu segera diperiksakan.

ㅤ

Kapan Perlu Diperiksa?

Jika bicara anak tampak tertinggal atau Anda merasa ada yang kurang pas, konsultasikan ke dokter anak. Naluri orang tua layak didengar. Pemeriksaan lebih awal membantu dokter menentukan apakah anak cukup dengan stimulasi di rumah, perlu terapi wicara, atau membutuhkan penanganan lain sesuai penyebabnya.

ㅤ

Cara Menstimulasi Bicara Anak di Rumah

Selain terapi bila dianjurkan dokter, orang tua bisa membantu lewat kebiasaan sehari-hari :

  • Ajak anak mengobrol sesering mungkin. Ceritakan apa yang sedang Anda lakukan, misalnya saat mengganti popok atau menyiapkan makan, dengan kalimat pendek dan sederhana agar anak terpancing menirukan.
  • Bacakan buku cerita. Buku bergambar, apalagi dengan tokoh favoritnya, membantu anak mengenal nama benda dan tokoh. Minta ia menirukan namanya.
  • Tanggapi ucapannya dengan kata yang benar. Bila anak keliru, jangan langsung disanggah. Ulangi dengan bentuk yang tepat. Jika ia minta “mengikat” kancing, jawab, “Iya, Ibu kancingkan bajunya.”
  • Bantu anak menamai benda. Saat ia hanya menunjuk, sebutkan nama bendanya agar ia punya kata untuk ditiru.
  • Beri pilihan. Tanyakan, “Mau jeruk atau apel?” Jika ia menunjuk, ajak ia menyebutkan nama buahnya.
  • Batasi gawai. Sebuah studi pada anak usia 18 bulan mengaitkan penggunaan gawai yang lebih banyak dengan keterlambatan bicara. Pembatasan sekitar 1 jam per hari disarankan supaya anak lebih sering berinteraksi langsung dengan keluarga.
  • Hindari “bahasa bayi”. Gunakan kata yang jelas dan benar agar anak punya contoh yang baik.

ㅤ

Perlu Diketahui

Kecepatan bicara tiap anak memang berbeda. Ada yang lancar lebih awal, ada pula yang butuh dorongan ekstra dari orang tua. Bila keterlambatannya bisa terkejar dalam beberapa minggu, kondisi itu masih tergolong wajar. Yang perlu dicermati adalah anak yang tampak jelas tertinggal, atau yang disertai beberapa tanda di atas.

ㅤ

Jangan Menunggu Terlalu Lama

Jika ragu atau mulai khawatir dengan perkembangan bicara anak, segera konsultasikan dengan dokter anak. Deteksi dan pendampingan sejak dini membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasinya secara optimal.

Kenali tandanya bukan untuk menyalahkan diri atau anak, melainkan agar anak mendapat dukungan yang tepat di waktu yang tepat.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.