Skip to main content

RS Al Irsyad Surabaya

Usia Bertambah, Tulang Makin Rapuh? Waspadai Osteoporosis!

Semakin bertambah usia, kesehatan tulang perlu semakin diperhatikan. Kepadatan tulang dapat menurun secara perlahan sehingga tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Kondisi ini dikenal sebagai osteoporosis.

Osteoporosis sering disebut sebagai penyakit yang “diam-diam” karena pada tahap awal biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak orang baru menyadarinya setelah mengalami patah tulang akibat jatuh atau benturan yang sebenarnya ringan.

Meski lebih sering terjadi pada usia lanjut, osteoporosis bukan hanya masalah lansia. Kebiasaan kurang bergerak, kurang asupan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risikonya bahkan sejak usia muda.

ㅤ

Apa yang Bisa Meningkatkan Risiko Osteoporosis?

Kekuatan tulang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan tertentu.

ㅤ

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis antara lain :

  • Kurang mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium
  • Kekurangan vitamin D dan protein
  • Jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga
  • Memiliki riwayat osteoporosis dalam keluarga
  • Mengalami gangguan makan atau kekurangan nutrisi
  • Memiliki kondisi yang mengganggu penyerapan nutrisi
  • Mengalami gangguan hormon tertentu
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, dalam jangka panjang
  • Kebiasaan merokok
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan

Karena itu, menjaga kesehatan tulang sebaiknya dimulai sejak usia muda. Kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

ㅤ

Apa Tanda Tulang Mulai Rapuh?

Osteoporosis biasanya tidak menimbulkan keluhan khas pada awalnya. Namun, ketika kepadatan tulang sudah menurun, risiko terjadinya patah tulang akan semakin meningkat.

ㅤ

Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain :

  • Tulang mudah patah setelah jatuh atau cedera ringan
  • Tinggi badan berkurang secara perlahan
  • Postur tubuh menjadi semakin membungkuk
  • Nyeri pada punggung, terutama jika terjadi patah tulang belakang
  • Lebih sulit bergerak setelah mengalami patah tulang

Jika mengalami patah tulang akibat benturan atau aktivitas yang seharusnya tidak menyebabkan cedera berat, sebaiknya jangan diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa kepadatan tulang perlu diperiksa.

ㅤ

Bagaimana Cara Menjaga Tulang Tetap Kuat?

Menjaga tulang tidak harus menunggu sampai usia lanjut. Pola hidup sehat sejak dini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kekuatan tulang.

ㅤ

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain :

  • Cukupi kebutuhan kalsium dari makanan seperti susu, yoghurt, ikan, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau
  • Pastikan kebutuhan vitamin D terpenuhi melalui makanan dan paparan sinar matahari yang cukup
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein yang cukup
  • Rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga sesuai kemampuan
  • Hindari kebiasaan merokok
  • Batasi konsumsi alkohol
  • Jaga berat badan tetap sehat
  • Konsultasikan dengan dokter jika memiliki faktor risiko osteoporosis

Pada orang yang memiliki risiko tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan kepadatan tulang untuk mengetahui kondisi tulang dan menentukan langkah pencegahan yang sesuai.

Jangan tunggu sampai tulang mudah patah untuk mulai menjaganya. Cukupi nutrisi, tetap aktif bergerak, dan periksakan kesehatan tulang sesuai anjuran dokter.

Tulang kuat, tubuh tetap aktif, dan usia lanjut tetap produktif!

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.