Pernah merasakan mata perih, panas, atau seperti ada pasir yang mengganjal? Jika keluhan tersebut sering muncul, bisa jadi mata sedang mengalami mata kering.
Mata kering terjadi ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. Kondisi ini dapat terjadi karena produksi air mata berkurang atau air mata menguap terlalu cepat. Jika berlangsung terus-menerus, mata kering dapat mengganggu kenyamanan hingga memengaruhi penglihatan.
Kenapa Mata Bisa Menjadi Kering?
Secara umum, ada dua mekanisme utama yang menyebabkan mata kering.
1. Produksi Air Mata Berkurang
Air mata berfungsi menjaga permukaan mata tetap lembap sekaligus membantu melindunginya dari benda asing dan kuman. Namun, produksi air mata dapat menurun karena beberapa kondisi, seperti:
- Pertambahan usia
- Penyakit tertentu, seperti diabetes, lupus, rheumatoid arthritis, atau gangguan tiroid
- Kekurangan vitamin A
- Perubahan hormon
- Efek samping obat-obatan tertentu
- Kerusakan kelenjar air mata akibat operasi mata atau terapi radiasi
2. Air Mata Terlalu Cepat Menguap
Tidak hanya produksi air mata yang berkurang, mata juga bisa kering ketika air mata lebih cepat menguap dari permukaan mata.
Beberapa pemicunya antara lain:
- Jarang berkedip, terutama ketika terlalu lama membaca atau menatap layar komputer dan ponsel
- Gangguan pada kelopak mata
- Alergi pada mata
- Cuaca yang kering atau berangin
- Paparan polusi udara
- Gangguan pada kelenjar minyak di kelopak mata
Apa Saja Gejala Mata Kering?
Mata kering tidak selalu terasa sama pada setiap orang. Beberapa keluhan yang dapat muncul meliputi:
- Mata terasa perih atau panas
- Mata merah
- Sensasi seperti ada pasir atau benda yang mengganjal
- Mata mudah berair karena iritasi
- Sensitif terhadap cahaya
- Penglihatan terasa buram dan membaik setelah berkedip
- Mata cepat lelah
- Muncul lendir di dalam atau sekitar mata
Keluhan tersebut dapat semakin terasa ketika seseorang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, membaca terlalu lama, atau berada di ruangan dengan udara yang kering.
Jangan Abaikan Jika Terjadi Berulang
Mata kering memang sering menimbulkan keluhan ringan, tetapi jika berlangsung lama dan tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi, peradangan, kerusakan kornea, hingga gangguan penglihatan.
Karena itu, jangan hanya menganggap mata perih atau terasa mengganjal sebagai akibat terlalu lama menatap layar. Jika keluhan terus berulang, semakin berat, atau disertai mata merah, nyeri, iritasi, perubahan kelopak mata, maupun gangguan penglihatan, sebaiknya periksakan mata ke dokter.
Bagaimana Menjaga Mata Tetap Lembap?
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi risiko mata kering, terutama bagi Anda yang sering bekerja di depan layar:
- Biasakan berkedip secara teratur saat menggunakan komputer atau ponsel.
- Berikan waktu istirahat untuk mata setelah menatap layar dalam waktu lama.
- Hindari paparan langsung kipas angin atau AC ke mata.
- Gunakan pelembap udara jika ruangan terlalu kering.
- Gunakan kacamata saat berada di luar ruangan untuk membantu melindungi mata dari angin dan paparan lingkungan.
- Hindari merokok.
- Cukupi kebutuhan cairan.
- Tidur cukup dan teratur.
- Kurangi penggunaan lensa kontak jika mata sedang terasa kering atau tidak nyaman.
Mata sering kering, perih, atau terasa mengganjal? Jangan abaikan jika keluhannya terus berulang. Periksakan mata untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.












































