Bolehkah Penderita Diabetes Mengonsumsi Madu?

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Madu kerap digunakan oleh sebagian orang untuk menggantikan fungsi gula. Biasanya ditambahkan ke dalam makanan atau minuman. Mengingat cita rasanya yang manis seperti gula, bolehkah penderita diabetes mengonsumsi madu?

Madu telah digunakan sejak ribuan tahun sebagai obat tradisional sekaligus pemanis alami. Adapun beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya, antara lain dalam satu sendok makan madu terdapat 64 kalori, 17 gram gula, 17 gram karbohidrat, 0,06 gram protein, dan 0,04 gram serat.

Madu juga mengandung vitamin dan mineral, namun jumlahnya relatif kecil atau tidak signifikan, yaitu kalium, kalsium, seng, vitamin C, dan sejumlah antioksidan. Bahkan madu juga memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada gula.

Indeks glikemik adalah takaran untuk mengukur seberapa cepat karbohidrat bisa meningkatkan kadar gula darah. Semakin tinggi kadarnya, suatu asupan membuat gula darah lebih gampang melonjak.

Namun, madu memiliki indeks glikemik sebesar 58 sedangkan gula biasa memiliki indeks glikemik 60. Dengan perbedaan indeks glikemik yang tidak terlalu besar antara madu dan gula, artinya keduanya sama-sama bisa meningkatkan gula darah dengan cepat.

Lantas bolehkah penderita diabetes mengonsumsi madu?

Para ahli mengungkapkan bahwa penderita diabetes perlu lebih cermat menghitung karbohidrat yang masuk dalam tubuh termasuk yang ada pada madu. Terutama bagi penderita diabetes yang mengonsumsi insulin.

Dokter M. Regina Castro, M.D. dari Mayo Clinic, menyebut minum madu untuk penderita diabetes sebenarnya tidak ada bedanya dengan mengonsumsi gula, “Madu dan gula sama-sama bisa meningkatkan kadar gula darah,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah madu juga cenderung lebih manis dari gula, memiliki karbohidrat dan kalori lebih tinggi ketimbang gula pasir.

“Penderita diabetes yang sesekali ingin minum madu, silakan. Tapi dalam jumlah kecil atau tidak berlebihan,” imbuhnya.

Tetapi karena memiliki berbagai kandungan nutrisi, madu memiliki beragam manfaat, diantaranya adalah sebagai obat batuk alami, antibiotik alami, melawan radikal bebas biang penyakit kronis, dan meningkatkan performa olahraga.

Manfaat madu tersebut berasal dari nutrisi yang terkandung dalam cairan ini. Dilansir dari Kompas, seperti gula, madu juga termasuk sumber karbohidrat. Karbohidrat dari madu berasal dari glukosa dan fruktosa yang merupakan gula sederhana.

Oleh sebab itu, disarankan sebaiknya sebelum mengonsumsi madu, penderita diabetes tetap menghitung konsumsi karbohidrat total sepanjang hari agar gula darah tetap terkontrol. Selain itu, konsultasikan dengan dokter terkait jenis diet yang tepat saat penderita diabetes ingin mengonsumsi madu.

Kendati demikian, ada beberapa studi menunjukkan bahwa madu memiliki zat antiperadangan dan antioksidan. Keduanya penting bagi penderita diabetes karena gula darah tinggi dapat meningkatkan peradangan.

Namun, perlu dipertimbangkan, banyak jenis makanan lain yang tinggi antioksidan tanpa membuat gula darah melonjak. Misalkan sayur dan buah-buahan. Sehingga penderita diabetes bisa mengandalkan konsumsi makanan lain untuk mencukupi kebutuhan antioksidannya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat