Konsultasi

Tanyakan masalah kesehatan Anda disini, dokter Kami akan menjawabnya secepat mungkin

Dok, batuk dan pilek yang saya alami tak kunjung sembuh hingga satu bulan, padahal sudah minum obat batuk secara rutin. Ini sangat mengganggu aktivitas saya dok. Apa penyebabnya dok dan bagaimana cara mengatasinya?

Aries di Surabaya

Jawab:

Semoga bisa membantu,  pada dasarnya batuk yang berlangsung selama tiga minggu atau kurang kemungkinan besar disebabkan oleh flu biasa. Tapi, kadang flu juga bisa menyebabkan batuk yang bertahan hingga satu bulan setelah gejala lain berakhir, biasanya jenis batuknya adalah batuk kering dengan lendir bening.

Tidak ada obat untuk infeksi virus, sehingga Anda harus menunggu penyakit flu sembuh dengan sendirinya. Jika batuk Anda terasa sangat serius, obat flu yang dijual bebas bisa membantu meredakan gejala atau dokter bisa memberi resep obat untuk menenangkan refleks batuk Anda

Kemudian batuk berkepanjangan bisa jadi disebabkan karena Postnasal drip. Jika Anda mengalami batuk (basah atau kering) yang telah berlangsung selama delapan minggu atau lebih, bisa jadi itu adalah postnasal drip kronis. Postnasal drip adalah kondisi di mana lendir terakumulasi di dalam sinus dan masuk ke bagian belakang tenggorokan, menciptakan sensasi menggelitik sehingga memicu batuk. Tidak ada tes yang dapat memastikan kondisi postnasal drip. Gejala lainnya adalah Anda sering berdehem untuk membersihkan tenggorokan dan sakit tenggorokan.

Cara mengatasinya: Bilas hidung dengan cairan saline atau pergi ke dokter. Biasanya, dokter akan merekomendasikan obat jenis steroid atau antihistamin untuk mengurangi peradangan. Perhatikan warna lendir Anda. Lendir warna kuning atau hijau berarti sistem kekebalan tubuh Anda sedang dihantam oleh kuman dan menjadi tanda adanya infeksi bakteri.

Peter Dicpinigaitis, MD, direktur Montefiore Cough Center and profesor kedokteran di Albert Einstein College of Medicine di New York City. Dilansir dari kompas.com.


Dok,  saya merasakan sakit kepala di bagian belakang yang cukup hebat. Kira-kira apa penyebabnya dok? Bagaimana solusinya? Apakah cukup dengan mengonsumsi obat sakit kepala? Terima kasih dok, tolong jawabannya.

Dika di Surabaya

Jawab:

Sebagian besar sakit kepala bagian belakang yang terjadi sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa gejala yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter atau ahli medis lainnya. Waspadai sakit kepala yang terjadi, jika:

  • Diiringi dengan demam tinggi, muntah, atau mata merah.
  • Disertai rasa sakit di kepala, penglihatan terganggu,atau rasa sakit di rahang ketika mengunyah makanan.
  • Memengaruhi kemampuan bicara dan keseimbangan.
  • Mengakibatkan perubahan perilaku atau gangguan memori.
  • Terdapat riwayat cedera kepala dalam tiga bulan terakhir.
  • Datang tiba-tiba dan tidak tertahankan, berbeda dengan sakit kepala yang biasa Anda alami.
  • Tidak lekas menghilang tetapi malah makin parah.
  • Imunitas tubuh Anda sedang rendah, misalnya karena karena obat-obatan kortikosteroidatau terserang penyakit seperti HIV.
  • Pernah atau sedang menderita kanker yang berpotensi menyebar di seluruh tubuh

Solusinya, coba praktikkan gaya hidup sehat seperti tidur yang cukup, makan makanan yang sehat dan bergizi, olahraga teratur, konsumsi banyak cairan menyehatkan dan mengelola stress dengan baik.

Namun, jika Anda mengalami sakit kepala bagian belakang disertai gejala-gejala lain atau sakit kepala berbeda daripada yang pernah dialami sebelumnya, segera periksakan diri ke dokter.

  1. Allert Noya, hellosehat.com

Dok, bagaimana pertolongan pertama pada luka bakar? Karena cara-cara umum yang selama ini dilakukan adalah dengan mengompresnya menggunakan es, apakah hal ini dibenarkan dok? Jika tidak, bagaimana cara mengatasinya?

Tasya di Sidoarjo

Jawab:

Luka bakar dapat terjadi di mana saja, terutama bagi Anda yang setiap hari berhubungan dengan api dan sumber panas lainnya, seperti koki, tukang las, pekerja pabrik yang menggunakan api listrik, petugas listrik, dan sebagainya. Selain itu, banyak juga kasus yang terjadi akibat ketidaksengajaan, seperti terkena air panas dan terkena cipratan minyak saat memasak, dan akibat kecelakaan seperti kebakaran akibat meledaknya tabung gas, listrik koslet, dan lain-lain.

Untuk pertolongan pertama pada luka bakar, lakukan langkah berikut:

  1. Alirkan air biasa ke daerah yang luka. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus selama 20 menit atau lebih.
  2. Lepaskan pakaian dan perhiasan. Jika pakaian melekat pada luka bakar, gunting pakaian di sekitarnya yang tidak menempel, dan jangan memaksa untuk melepasnya.
  3. Tutup luka bakar, gunakan penutup luka steril, dan jangan memecahkan gelembung.
  4. Jangan menggunakan mentega, odol, kecap, kopi, air es.
  5. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan.

Tim Dokter hellosehat.com

WhatsApp chat