Skip to main content

RS Al Irsyad Surabaya

Ketika Kehamilan Tak Kunjung Datang, Apa yang Harus Dilakukan?

Memiliki buah hati menjadi harapan banyak pasangan. Namun, tidak semua pasangan langsung mendapatkan kehamilan meski sudah rutin berhubungan tanpa menggunakan kontrasepsi.

Jika kehamilan belum kunjung terjadi, kondisi tersebut tidak selalu berarti ada masalah pada pihak wanita. Kesuburan merupakan kondisi yang melibatkan kedua pasangan, sehingga penyebabnya dapat berasal dari wanita, pria, maupun faktor gaya hidup.

Apa Saja Penyebab Belum Hamil?

Ada berbagai kondisi yang dapat memengaruhi peluang terjadinya kehamilan, di antaranya:

1. Faktor dari wanita

Beberapa kondisi yang dapat menghambat kehamilan antara lain:

  • Usia, karena jumlah dan kualitas sel telur dapat menurun seiring bertambahnya usia.
  • Gangguan ovulasi, termasuk PCOS, yang dapat membuat pelepasan sel telur menjadi tidak teratur.
  • Endometriosis, yaitu pertumbuhan jaringan mirip lapisan rahim di luar rahim yang dapat mengganggu kesuburan.
  • Infeksi pada organ reproduksi.
  • Penyumbatan saluran tuba falopi, sehingga sperma dan sel telur sulit bertemu.

2. Faktor dari pria

Kesuburan pria juga berperan penting dalam proses terjadinya kehamilan. Gangguan dapat berkaitan dengan:

  • Kualitas atau jumlah sperma yang tidak optimal.
  • Gangguan pada testis.
  • Varikokel.
  • Infeksi tertentu.
  • Cedera pada organ reproduksi.
  • Paparan panas berlebih pada area reproduksi.
  • Gangguan ejakulasi.

Karena itu, pemeriksaan kesuburan sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh wanita, tetapi bersama pasangan.

3. Faktor gaya hidup

Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesuburan. Berat badan yang terlalu rendah maupun berlebih, olahraga yang terlalu berat atau berlebihan, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol dapat berhubungan dengan gangguan kesuburan.

Kapan Sebaiknya Mulai Memeriksakan Kesuburan?

Secara umum, pasangan yang telah berhubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi selama 1 tahun tetapi belum mengalami kehamilan sebaiknya berkonsultasi dan menjalani evaluasi kesuburan.

Namun, usia juga perlu dipertimbangkan. Pada wanita berusia 35 tahun atau lebih, evaluasi kesuburan umumnya dianjurkan lebih awal, setelah sekitar 6 bulan mencoba hamil tanpa hasil.

Pemeriksaan dapat membantu dokter mengetahui apakah terdapat gangguan ovulasi, kondisi pada organ reproduksi, masalah sperma, atau faktor lain yang mungkin memengaruhi peluang kehamilan.

Tidak Perlu Saling Menyalahkan

Belum memiliki momongan bukan berarti salah satu pihak harus disalahkan. Masalah kesuburan dapat melibatkan wanita, pria, maupun keduanya.

Daripada saling menyalahkan, lebih baik pasangan mencari tahu penyebabnya bersama dan mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Pilihan terapi pun sangat beragam dan ditentukan berdasarkan penyebab serta hasil pemeriksaan, mulai dari perubahan gaya hidup, obat-obatan atau tindakan tertentu, hingga teknologi reproduksi berbantu seperti inseminasi atau IVF pada kondisi yang sesuai.

Belum hamil bukan berarti tidak bisa hamil. Semakin cepat penyebab diketahui, semakin tepat pula langkah yang dapat direncanakan bersama dokter.

Jika Anda dan pasangan sedang menjalani program kehamilan tetapi belum mendapatkan hasil yang diharapkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan kesuburan bersama.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.