Apa Itu Rabies?
Rabies adalah penyakit akibat infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan otak. Penularannya paling umum terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, terutama anjing. Meski tergolong mematikan, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah sepenuhnya lewat vaksinasi dan penanganan cepat setelah terpapar.
Penyebaran dan Risiko
Data WHO menunjukkan bahwa rabies menyebabkan sekitar 59.000 kematian setiap tahun, terutama di wilayah Asia dan Afrika. Anak-anak di bawah usia 15 tahun menjadi kelompok paling rentan, dengan anjing sebagai sumber penularan utama dalam 99% kasus.
Gejala Berdasarkan Jenisnya
Rabies memiliki dua bentuk utama:
- Rabies ganas, ditandai dengan agitasi, halusinasi, takut air (hydrophobia), hingga agresivitas.
- Rabies paralitik, berkembang lebih lambat dengan gejala kelumpuhan yang sering disalahartikan sebagai penyakit lain.
Masa inkubasi bervariasi, bisa dari satu minggu hingga satu tahun, dengan gejala awal berupa demam dan rasa tidak nyaman di area gigitan.
Penanganan dan Pencegahan
- Jika tergigit hewan adalah mencuci luka dengan sabun selama 15 menit
- Setelah itu berikan antiseptik
- Segera cari layanan medis untuk mendapat vaksin rabies dan imunoglobulin.
Pencegahan paling efektif tetap melalui vaksinasi hewan peliharaan, khususnya anjing. WHO juga mendorong metode vaksinasi intradermal karena lebih hemat biaya dan efisien.
Menuju Eliminasi Rabies 2030
Pendekatan lintas sektor atau One Health melibatkan bidang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan menjadi kunci dalam mengeliminasi rabies. Target global untuk menghentikan kematian akibat rabies pada manusia ditetapkan pada tahun 2030.
Rabies adalah penyakit yang sangat mematikan, tetapi sepenuhnya bisa dicegah. Edukasi, vaksinasi hewan, dan respons cepat setelah terpapar menjadi tiga pilar utama pencegahan. Dengan kerja sama semua pihak, target dunia bebas rabies bukan sekadar mimpi













































