RS Al Irsyad Surabaya

Mudah Ngantuk Saat Puasa? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Menjalankan ibadah puasa sering kali menyebabkan seseorang merasa lebih mudah ngantuk atau mengantuk di siang hari. Padahal, rasa kantuk yang berlebihan bisa mengganggu aktivitas harian dan produktivitas, terutama bagi yang tetap bekerja atau sekolah. Kondisi ini wajar terjadi, tetapi memahami penyebabnya bisa membantu kamu menemukan solusi agar tetap segar saat berpuasa.

Mengapa Puasa Bisa Membuat Kita Mudah Mengantuk?

Berpuasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus tubuh juga mengalami perubahan metabolik dan hormonal yang memengaruhi energi, suasana hati, dan ritme tidur. Berikut adalah beberapa faktor utama yang membuat rasa kantuk lebih mudah muncul saat berpuasa:

1. Penurunan Kadar Gula Darah (Glukosa)

Glukosa adalah sumber energi utama tubuh. Selama puasa, cadangan gula darah menurun karena tidak ada asupan makanan sepanjang hari. Penurunan glukosa ini dapat membuat tubuh merasa lemas dan mengantuk.

2. Dehidrasi yang Tidak Disadari

Puasa berarti menahan diri dari minum air sejak sahur sampai berbuka. Dehidrasi ringan saja sudah cukup memengaruhi fungsi otak dan tubuh, sehingga menyebabkan rasa lelah dan kantuk yang lebih cepat.

3. Kurang Tidur atau Gangguan Pola Tidur

Banyak orang mengubah jam tidur saat puasa bangun lebih pagi untuk sahur dan sering tidur lebih malam. Perubahan ini dapat mengganggu jam biologis (ritme sirkadian) dan membuat waktu tidur total berkurang. Akibatnya, tubuh menjadi kurang pulih saat tidur, yang memicu kantuk di siang hari.

4. Pola Makan dan Jenis Makanan Saat Sahur

Porsi sahur yang kurang tepat dapat menyebabkan gula darah turun lebih cepat. Selain itu, konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana (seperti nasi putih berlebihan) tanpa kombinasi protein atau serat dapat membuat energi cepat habis sehingga tubuh cepat mengantuk setelah beberapa jam berpuasa.

Tips Mengatasi Kantuk Saat Berpuasa

Walau rasa ngantuk saat berpuasa sering terjadi, kamu tetap bisa mengatasinya dengan langkah-langkah sederhana berikut agar tetap produktif sepanjang hari:

1. Perbaiki Pola Tidur

Usahakan total tidur tetap mencukupi setidaknya 7–8 jam. Jika perlu, sisipkan tidur siang singkat (power nap) 15–20 menit untuk memulihkan energi.

2. Cukupi Asupan Cairan saat Buka dan Sahur

Minumlah air putih yang cukup pada saat berbuka dan sahur. Hindari minuman berkafein atau manis yang justru bisa menyebabkan dehidrasi.

3. Konsumsi Sahur dengan Gizi Seimbang

Pilihan makanan saat sahur dapat memengaruhi energi sepanjang hari. Kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan sayuran/buah tinggi serat membantu mempertahankan energi lebih lama sehingga mengurangi rasa kantuk di siang hari.

4. Bergerak Ringan

Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki pendek dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi rasa lesu. Hindari olahraga berat saat berpuasa karena justru bisa menambah kelelahan.

5. Hindari Konsumsi Gula Berlebihan saat Sahur

Makanan atau minuman manis dapat menyebabkan gula darah naik cepat dan kemudian turun drastis. Penurunan gula darah yang cepat ini turut menyebabkan kantuk di siang hari.

Kapan Ngantuk Harus Diwaspadai?

Jika ngantuk yang dirasakan sangat berat sampai mengganggu kemampuan menjalankan aktivitas fisik, menyebabkan pingsan, atau disertai gejala lain seperti pusing hebat, sesak napas, atau nyeri dada, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Ini bisa menjadi petunjuk adanya kondisi medis lain yang perlu ditangani.

Rasa mudah ngantuk saat puasa sering dialami karena perubahan pola makan, kadar gula darah yang turun, dehidrasi, tidur tidak teratur, dan gaya hidup selama berpuasa. Walau wajar terjadi, kondisi ini dapat diatasi dengan perbaikan pola tidur, asupan cairan yang cukup, makanan bergizi saat sahur, serta aktivitas ringan untuk menjaga sirkulasi tubuh. Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa menjalani puasa dengan lebih segar dan produktif.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.