RS Al Irsyad Surabaya

Berat Badan Naik Selama Puasa? Ini Penyebabnya dan Cara Mengatasinya

Banyak orang beranggapan bahwa puasa otomatis membuat berat badan turun karena waktu makan yang dibatasi. Namun kenyataannya, tidak jarang orang justru mengalami kenaikan berat badan saat puasa. Fenomena ini mengejutkan sebagian orang karena puasa identik dengan penurunan berat badan. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Kenapa Berat Badan Bisa Naik Saat Puasa?

Kenaikan berat badan saat berpuasa bisa terjadi bukan karena waktu tanpa makan, tetapi karena pola makan dan gaya hidup yang berubah selama bulan puasa. Berikut beberapa penyebab utamanya:

1. Konsumsi Makanan Berlebihan Saat Buka dan Sahur

Setelah berpuasa seharian, banyak orang cenderung makan dalam porsi besar saat berbuka atau sahur. Kalori yang masuk dalam waktu singkat ini malah bisa melebihi kebutuhan harian tubuh, sehingga cadangan energi tubuh bertambah dan disimpan sebagai lemak.

2. Pilihan Menu yang Tinggi Kalori

Makanan yang banyak dijumpai saat buka puasa seperti gorengan, makanan manis, santan, dan camilan tinggi lemak mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika sering dikonsumsi, kalori berlebihan ini akan menumpuk dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.

3. Minuman Manis yang Berlebihan

Selain makanan, minuman manis seperti teh manis, kolak, sirup, atau minuman kemasan sering dikonsumsi saat berbuka. Minuman-minuman ini mengandung gula tinggi yang dapat meningkatkan asupan kalori tanpa memberi rasa kenyang lebih lama.

4. Aktivitas Fisik yang Berkurang

Selama puasa, beberapa orang merasa lemas atau kurang berenergi sehingga aktivitas fisik harian menurun. Penurunan aktivitas menyebabkan tubuh membakar lebih sedikit kalori, yang berpotensi menyebabkan surplus kalori dan kenaikan berat badan.

5. Kebiasaan Tidur yang Tidak Teratur

Perubahan pola tidur saat bulan puasa misalnya begadang hingga larut malam dan tidur lebih siang hari dapat memengaruhi metabolisme tubuh. Ritme tidur yang tidak stabil bisa memicu hormon lapar sehingga meningkatkan keinginan makan lebih banyak.

Bagaimana Menghindari Kenaikan Berat Badan Saat Puasa?

Agar puasa tetap bermanfaat bagi kesehatan tanpa menyebabkan kenaikan berat badan, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Atur Porsi Makan dengan Bijak

Hindari makan berlebihan saat berbuka atau sahur. Belajarlah mengenali tanda kenyang dan hentikan makan sebelum tubuh terlalu penuh.

2. Pilih Menu Seimbang dan Bernutrisi

Utamakan konsumsi:

  • Sumber karbohidrat kompleks (seperti nasi merah, oat, ubi),
  • Protein tanpa lemak (ayam tanpa kulit, ikan, telur),
  • Sayur dan buah segar yang tinggi serat,
    Agar tubuh mendapatkan nutrisi seimbang tanpa kelebihan kalori.

3. Batasi Makanan dan Minuman Tinggi Gula

Kurangi konsumsi makanan yang tinggi gula dan minuman manis seperti kolak, sirup, atau minuman kemasan. Gula berlebih dapat meningkatkan cadangan lemak sekaligus memicu rasa lapar lebih cepat.

4. Tetap Aktif Bergerak

Meski puasa, aktivitas fisik tetap penting. Olahraga ringan seperti berjalan kaki setelah berbuka atau sebelum sahur dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori.

5. Perhatikan Pola Tidur dan Hidrasi

Pastikan tidur cukup setiap hari dan penuhi kebutuhan cairan tubuh saat berbuka hingga sahur. Kekurangan tidur dan dehidrasi dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar.

Kenaikan berat badan saat puasa bisa terjadi bukan karena puasa itu sendiri, tetapi akibat perubahan pola makan, pilihan makanan tinggi kalori, minuman manis, dan gaya hidup yang tidak seimbang. Dengan memahami penyebabnya dan melakukan strategi makan serta gaya hidup sehat saat sahur dan berbuka, Anda tetap dapat menjalani puasa dengan manfaat kesehatan optimal tanpa risiko berat badan meningkat.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.