Waspadai Psikosomatik Kala Pandemi Virus Corona

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Pandemi virus corona masih menghantui seluruh orang di dunia hingga hari ini. Terpaan informasi yang bertubi-tubi membuat orang bergidik ngeri. Jika setelah membaca informasi terkait Covid-19 kemudian Anda merasakan gejalanya, bisa jadi itu adalah psikosomatis.

Berita-berita yang beredar dan terkait dengan corona oleh media menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran berlebihan pada masyarakat. Tak pelak, meski di tengah pandemi seperti sekarang, ada beberapa orang mengalami gejala psikosomatik.

Ahli kejiwaan Indonesia, dr. Andri, Sp.KJ, FPAM memaparkan, psikosomatik merujuk pada suatu kondisi keluhan fisik atau somatik disebabkan faktor psikologis. Dalam kata lain, psikosomatik diartikan sebagai penyakit fisik yang timbul karena kondisi psikis, dan dapat diperparah jika mengalami cemas, khawatir, sedih, atau marah yang berlebihan.

“Banyak pasien mengalami gangguan psikosomatik merasakan gejala seperti gangguan fisik saraf otonom seperti, lambung ataupun nyeri,” tuturnya.

Penyakit ini menurut dr. Andri bukan penyakit medis biasa. Karena, seringkali pasien-pasien tersebut menunjukkan hasil yang baik-baik saja ketika dilakukan CT Scan.

“Salah satu hal yang dialami pasien psikosomatik adalah mereka seringkali melakukan pemeriksaan ke dokter dan berbagai tes. Ini untuk membuktikan hal apa yang mendasari keluhan fisik tersebut. Sayangnya, hasil tersebut sering tidak memuaskan pasien,” ujarnya.

Dapat Menular Secara Emosional

Psikosomatik ternyata dapat menular secara emosional. Hal ini dibuktikan dalam penelitian Wheaton berjudul Psychological Predictors of Anxiety in Response to the H1N1 (Swine Flu) Pandemic.

Dari penelitian tersebut ditemukan ada hubungan antara wabah yang dipublikasi secara massal dengan penyakit psikogenik yang timbul setelahnya. Artinya, orang bisa salah mengartikan sensasi tubuh yang dialami.

Seperti ketika merasa pusing atau sesak napas, maka mereka artikan sebagai sakit yang dialami fisik. Padahal, sensasi tersebut karena adanya gangguan psikis yang sedang dialami.

Dalam penelitian tersebut juga disebutkan kesalahan diagnosis dapat menyebabkan kecemasan berlebihan, perilaku keselamatan ekstrem, dan waspada berlebihan. Hal ini membuat orang-orang menggunakan terlalu banyak sumber daya medis seperti, masker, hand sanitizer, handscoon, dan lainnya.

Lakukan Hal Berikut agar Tidak Panik Kala Pandemi

Agar psikosomatik dapat dihindari, maka Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar setiap orang setidaknya perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Hindari menonton, membaca, mendengarkan berita yang membuat cemas atau tertekan.
  2. Cari informasi terbaru di waktu tertentu. Sekali atau dua hari saja.
  3. Tetap terhubung dengan jejaring sosial media, jika tatap muka terbatas.
  4. Ketika isolasi, sebisa mungkin menjaga rutinitas harian yang biasa dilakukan.
  5. Selama masa stres, perhatikan kebutuhan perasaan sendiri. Lakukan hal yang membuat sehat dan rileks dan tetap dapat dinikmati.
  6. Berolahraga teratur, jaga waktu istirahat, dan makan makanan sehat.

Terpaan berita yang bertubi-tubi rentan membuat seseorang terganggu secara psikis. Karenanya, dengan mengikuti anjuran WHO tersebut, diharapkan masyarakat dapat bijak dalam mengambil tindakan di tengah kondisi seperti sekarang. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat