Waspadai Masalah Kesehatan Berikut pada Anak jika Kurang Asupan Serat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Di usia anak yang masih belia, kerapkali orang tua dihadapkan pada selera makannya yang pilih-pilih. Mereka cenderung memilih makanan yang manis daripada yang berserat. Padahal, jika asupan serat diabaikan, anak bisa berpotensi memiliki dampak pada kesehatan tubuh.

Serat menjadi salah satu komponen penting dalam makanan yang bertugas membantu metabolism tubuh anak. Fungsinya seperti membantu menormalkan kerja usus anak, menjaga kesehatan usus, dan melancarkan buang air besar.

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, kebutuhan serat pada anak usia 1-3 tahun adalah 16 gram per hari, menjadi 22 gram ketika 4-6 tahun, dan 26 gram ketika 7-9 tahun.

Dalam Kid’s Health, Mary L. Gavin, MD, dokter spesialis anak dari Wilmington mengatakan, terpenuhinya kebutuhan serat akan memperlancar proses penyerapan nutrisi dari makanan. Sehingga, pertumbuhan anak pun dapat lebih maksimal.

Karenanya, kebutuhan serat menjadi penting karena terkait dengan tumbuh kembang anak. Namun apabila kebutuhan serat tidak terpenuhi, maka anak berpotensi mengalami masalah kesehatan berikut.

Sembelit

Ananda dapat mengalami sembelit jika kurang serat. Karena, kurangnya serat sangat berperan dalam proses pencernaan di dalam tubuh. Selain serat, selalu dorong anak agar senantiasa meminum air putih dan melakukan aktivitas fisik

Anak Kurang Berenergi

Kesukaan anak pada makanan manis seperti kue atau camilan lain juga berpotensi membuat Ananda mengalami lonjakan gula darah. Tubuh akan bereaksi dengan memproduksi banyak insulin untuk mengatasi hal tersebut. Karena itu, energi anak dapat terkuras, terlihat lemas dan tak bersemangat serta sulit berkonsentrasi.

Orang tua perlu peka hadapi hal ini, dorong anak untuk memilih makanan yang terbuat dari gandum utuh atau whole grain. Dan, tambahkan porsi sayur dan buah ke dalam menu si kecil.

Obesitas

Kurangnya serat juga dapat membuat anak mengalami obesitas. Karena, anak akan mudah sekali merasa lapar jika kebutuhan serat tidak dipenuhi. Maka dari itu, ia akan mencari cara untuk memenuhi rasa lapar tersebut dengan mengemil.

Pastikan kebutuhan serat anak terpenuhi agar ia tidak melirik camilan untuk memenuhi rasa laparnya. Sehingga, ia dapat terhindar dari risiko obesitas akibat makan melebihi kebutuhannya.

Di sisi lain, melansir dari Republika, kurangnya serat pada anak ternyata juga dapat mempengaruhi mood-nya. Ananda akan lebih sering mengalami tantrum karena suasana hati yang kurang nyaman. Dengan memenuhi kebutuhan seratnya, selain mengurangi risiko kesehatan juga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan mental.

“Usus itu kan otak kedua kita. Karena, di sana banyak sel saraf, bisa 100 juta sel saraf ada di usus kita. Dia bisa mengirim sinyal ke otak,” tutur Konsultan Gastrohepatologi Anak, dr. Frieda Handayani, Sp.A(K). (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat