Waspadai Hipertensi, Penyakit Penyerta Terbanyak Picu Kematian Pasien COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pasien virus korona jenis baru (COVID-19) yang memiliki penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi akan memiliki gejala yang semakin parah bahkan dapat menyebabkan kematian pada pasien. Hal ini dapat terjadi pada penderita hipertensi jika tidak mengonsumsi obatnya dengan teratur.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Tunggul Situmorang menyampaikan bahwa penyakit tersebut akan memperburuk perjalanan klinis, dikarenakan memiliki imun yang lebih rendah, “Penyakit penyerta memperburuk perjalanan klinis COVID-19 karena imunnya lebih rendah. Apalagi jika faktor komorbid itu tidak terkontrol dengan baik,” ujarnya.

Begitu pula yang disampaikan oleh Ahli Jantung di rumah sakit Xijing di Xian, China, Fei Li bahwa penting bagi pasien dengan tekanan darah tinggi untuk menyadari mereka berisiko lebih tinggi meninggal dunia akibat infeksi COVID-19, sehingga harus meningkatkan kewaspadaan.

Para peneliti dari China dan Irlandia memeriksa kasus pasien yang dirawat di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, antara 5 Februari dan 15 Maret. Hasilnya, hampir 30 persen yang setara dengan 850 pasien COVID-19 memiliki riwayat hipertensi.

Mereka juga menemukan empat persen (34 orang) dari 850 pasien hipertensi meninggal, dibandingkan dengan satu persen (22 orang) dari 2.027 pasien tanpa hipertensi. Dengan demikian, ada peningkatan risiko 2,12 kali lipat setelah disesuaikan dengan faktor yang mempengaruhinya, antara lain usia, jenis kelamin, dan kondisi medis lainnya.

Seorang profesor di Rumah Sakit Xijing, Ling Tao, pun juga menyarankan untuk tidak berhenti atau mengganti obat anti-hipertensi yang biasa dikonsumsi sebagai pengontrol ketika kondisi tidak stabil.

“Kami menyarankan agar pasien tidak menghentikan atau mengubah obat anti-hipertensi yang biasa dikonsumsi, kecuali memang diinstruksikan oleh dokter,” terangnya dilansir dari detik.com (5/6).

Sementara itu, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sudah semakin meningkat. Proporsi terbanyak berjenis kelamin laki-laki, sedangkan penyakit penyerta yang paling mendominasi adalah penyakit hipertensi kemudian dilanjut diabetes, penyakit jantung, dan lain sebagainya.

Hal ini berdasarkan data yang disampaikan oleh Achamd Yurianto selaku juru bicara penanganan COVID-19, “Proporsi laki-laki 58 persen, perempuan 42 persen. Artinya memang lebih banyak laki-laki yang menderita sakit,” ungkapnya.

Dikutip dari covid19.go.id, kondisi penyakit penyerta yang ditemukan pada pasien positif COVID-19 masih didominasi oleh beberapa penyakit, seperti hipertensi 53,8 persen, diabetes melitus 36 persen, penyakit jantung 21,5 persen, penyakit paru obstruktif kronis 18.6 persen, dan penyakit ginjal 5,9 persen. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat