Waspadai Dampak Negatif dari Kebiasaan Mengupil

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Mengupil, yakni aktivitas untuk mengambil kotoran seperti ingus atau barang asing yang ada di hidung dengan menggunakan jari merupakan salah satu kebiasaan yang dianggap wajar atau umum untuk dilakukan. Namun kebiasaan ini bisa menjadi berbahaya, hingga berdampak pada kesehatan bila terlalu sering dilakukan.

Membran mukosa pada rongga hidung terus diproduksi setiap hari sehingga menyebabkan adanya kotoran pada hidung. Ketika membran tersebut mengering karena udara yang lembap atau lainnya, sesuatu yang padat yang biasa disebut dengan upil akan terbentuk. Benda yang mengering tersebut akan menempel pada rambut kecil di rongga hidung.

Karena bentuknya yang kering dan padat, maka biasanya akan terasa gatal. Perasaan tersebutlah yang menyebabkan seseorang ingin membersihkan hidung dengan tangan atau mengupil. Kebiasaan mengupil ini dalam istilah medis disebut dengan rhinotillexomania.

Namun ternyata, kebiasaan ini dapat berefek negatif pada kesehatan. Melansir Healthline, kebiasaan mengupil memang tidak akan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Semantara, bagi orang yang sistem imunitasnya lemah kebiasaan ini akan menyebabkan komplikasi berikut:

Luka dan Infeksi

Dampak yang dapat terjadi pada seseorang yang mempunyai kebiasaan mengupil adalah hidung mengalami luka. Ini karena hidung termasuk anggota tubuh yang rawan akan terluka, di mana jika hidung secara terus-menerus terkena gesekan akan mengalami goresan, bahkan berdarah.

Selain itu, tangan yang dipakai untuk mengupil juga seringnya tidak higienis yang dapat membuat bakteri yang menempel pada tangan juga bisa masuk ke dalam dan menyebabkan infeksi.

Riset 2006 membuktikan, orang yang sering mengupil tinggi risikonya untuk terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus yang menyebabkan infeksi serius. Infeksi yang kemungkinan dialami adalah infeksi vestibulus atau bagian atas hidung yang cukup sensitif.

Pertahanan Tubuh Melemah

Kotoran yang ada di dalam hidung atau upil merupakan produk normal tubuh yang berperan dalam mempertahankan kesehatan hidung. Seperti sudah dijelaskan, upil merupakan hasil pengeringan mukus atau lendir hidung yang diproduksi sebagai mekanisme pertahanan tubuh guna menyaring berbagai partikel asing yang berbahaya bagi tubuh saat bernapas.

Untuk itu, upil dan lendir akan selalu ada di dalam hidung untuk melubrikasi rongga hidung, baik dalam keadaan sehat atau normal maupun dalam keadaan peradangan.

Mimisan

Mengupil bisa merusak atau menghancurkan pembuluh darah yang halus. Pada akhirnya, hal ini bisa menyebabkan pendarahan yang keluar dari lubang hidung. Sehingga mimisan bisa menjadi efek samping dari kebiasaan sering mengupil. Kondisi ini paling sering dan banyak terjadi pada anak-anak.

Ini sangat mungkin terjadi karena mengupil dengan jari memungkinkan kuku jari melukai bagian dalam hidung, yang kemudian menyebabkan luka dan perdarahan. Inilah yang akan memperbesar peluang untuk terjadinya infeksi di dalam lubang hidung.

Risiko Radang Otak

Dampak paling parah dari kebiasaan mengupil adalah risiko terjadinya radang otak, apalagi jika ditambah dengan kebiasaan suka mencabut bulu hidung. Sekat antara lubang hidung adalah tulang rawan yang dapat dengan mudah mengalami infeksi.

Karena mudah terinfeksi, luka yang terdapat pada hidung dapat menjadi bisul yang dapat membahayakan pengidapnya. Lubang hidung tersebut dapat menyebabkan infeksi, dapat terjadi gangguan pada otak.

Kuman atau bakteri yang berada di lubang hidung  dapat menyerang otak melalui lubang hidung karena adanya pembuluh darah di daerah nasal bridge (jembatan hidung) yang langsung menuju ke otak. Setelah sampai di otak, infeksi dari kuman atau bakteri tersebut akan menyebar di otak, sehingga menyebabkan radang otak.

Area jembatan hidung hingga sudut mulut disebut dengan triangle of death. Untuk itu, jika wilayah ini mengalami infeksi, maka akan mengalami gangguan yang akan langsung menjalar ke otak dan menyebabkan gumpalan di sinus kavernosus. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat