Waspadai Dampak Buruk Bagi Kesehatan Bila Terlalu Sering Konsumsi Kulit Ayam

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Semua bagian ayam dapat diolah menjadi makanan yang memiliki cita rasa lezat. Salah satu bagian ayam yang dapat dikonsumsi adalah kulit ayam, terlebih saat digoreng hingga garing. Akan tetapi ternyata, bila terlalu sering mengonsumsi kulit ayam justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Fakta kesehatan mengenai kulit ayam memaparkan bahwa kulit ayam goreng ternyata dapat memperburuk kondisi kesehatan jika mengonsumsinya dnegan jumlah yang berlebihan. Hal itu sebagaimana disampaikan dr. Nadia Octavia dari Klikdokter yang mengemukakan bahwa kulit ayam, terlebih bila digoreng dengan tepung berbumbu renyah dapat mengandung kalori dan lemak jenuh yang lebih banyak.

Dari yang disampaikan The United States Department of Agriculture (USDA) sendiri disebutkan, 1 ons kulit ayam panggang menghasilkan 128 kalori dan 11 gram lemak. Sedangkan kandungan gizi pada kulit ayam juga begitu minim, bahkan menurut Harvard School of Public Health lemak dalam kulit ayam lebih banyak mengandung lemak baik (lemak tak jenuh) daripada lemak jahat (lemak jenuh).

Angka tersebut yakni satu ons kulit ayam mengandung sekitar 3 gram lemak jenuh dan mengandung 8 gram lemak tak jenuh. Jadi, apabila tidak mengonsumsi kulit ayam secara belebihan, maka dampak buruk kulit ayam tidak semenakutkan itu. Ada manfaat kulit ayam yang bisa dirasakan bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan takaran yang pas.

Untuk itu, bila seseorang ingin mengonsumsi kulit ayam sebaiknya pastikan terlebih dahulu untuk tidak menggorengnya terlalu garing dan renyah. Sebab, jika digoreng terlalu renyah maka kandungan gizinya rendah dan berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Harvard School of Public Health juga mengatakan bahwa memasak ayam dengan kulitnya jauh lebih baik ketimbang membuang kulitnya. Hal ini dikarenakan memasak ayam dengan kulitnya dapat menjaga kelembapan daging ayam tersebut. Kulit ayam yang dimasak bersamaan dengan dagingnya membuat minyak tidak terlalu banyak diserap oleh daging.

dr. Nadia menyarankan untuk mengonsumsi kulit ayam secara tak berlebihan. Dilansir dari Liputan6, apabila kulit ayam dikonsumsi secukupnya dan tidak terlalu sering, kandungan lemak tak jenuh dalam kulit ayam justru dapat meningkatkan kesehatan jantung dan membantu menurunkan tekanan darah serta kolesterol.

Sebaliknya, apabila kulit ayam dikonsumsi secara berlebihan dan terlalu sering, justru kandungan lemak jenuh akan memenuhi tubuh. Batas normal asupan lemak per hari sebanyak 67 gram. Sementara pada satu ons ayam mengandung lemak sebanyak 3 gram. 

Sehingga, supaya kulit ayam tidak membahayakan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung, sebaiknya konsumsi kulit ayam secukupnya saja. Selain itu juga perlu memperhatikan jumlah takarannya, dan cara memasaknya jangan digoreng, melainkan dengan memanggangnya atau merebus satu ekor ayam. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat