Waspadai Bahaya Kesehatan yang Mengintai Saat Bekerja di Rumah

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Akibat pandemi COVID-19 di Indonesia, selain membuat kebijakan untuk melakukan social distancing, pemerintah juga menyarankan untuk Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Meski begitu, tetap saja kita perlu waspada akan bahaya kesehatan selain COVID-19 yang bisa terjadi akibat kebiasaan bekerja di rumah ini.

Sesuai instruksi Presiden yang menyarankan untuk belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah seiring merebaknya COVID-19 di Indonesia, beberapa perusahaan pun memberlakukan Work From Home (WFH) agar penularan virus ini tidak semakin meluas.

Meski demikian, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Michael Triangto, Sp.KO, menyikapi ada hal yang perlu diperhatikan saat bekerja di rumah. Pasalnya, bila para pekerja tak lagi melakukan aktivitas, maka ada sejumlah bahaya kesehatan yang mengintai.

Ia pun memberikan saran kepada karyawan yang bekerja di rumah untuk tetap memperhatikan aktivitas fisik mereka dan menyebutkan beberapa bahaya yang dapat terjadi bila karyawan malas bergerak saat harus bekerja di rumah.

Otor Kisut atau Mengecil

Dokter pemilik Slim + Health Sports Therapy di Kebon Jeruk, Jakarta Barat tersebut menjelaskan otot yang lama tak digunakan bisa saja berubah kisut. Kondisi ini biasanya memang tidak akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Akan tetapi, perlunya waspada apabila penyusutan otot mulai menganggu pergerakan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Mudah sakit

Selain otot kisut, dr. Michael juga menyebutkan bahwa orang akan mudah sakit bila lama tak olahraga atau tak melakukan aktivitas fisik, bahkan bisa membuat seseorang lebih rentan terkena serangan penyakit.

“Karena harus bekerja di rumah, seseorang sangat mungkin mengurangi aktivitas fisiknya sehingga lebih mudah sakit,” ujar dilansir dari Kompas.com.

Menurutnya, orang yang berolahraga akan membuat tubuh menjadi sehat sehingga daya tahan tubuh meningkat, “Bukan hanya soal imunitas yang melemah, aktivitas yang berkurang bisa juga memicu penyakit karena penumpukan lemak,” imbuhnya.

Tubuh Pegal hingga Lemas

Bila tak lagi melakukan aktivitas fisik seaktif sebelumnya, maka tubuh seseorang dapat berpotensi menjadi terasa pegal atau nyeri. dr. Michael menuturkan bahwa hal ini terjadi karena otot maupun sendi yang tak digerakkan akan mengalami kaku.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga bisa membuat tubuh terasa lemas mengingat olahraga yang dilakukan secara tepat dapat meningkatkan energi.

Bosan hingga Mood Swing

Olahraga atau aktivitas fisik diketahui dapat melepaskan homon endorphine dan oksitosin yang dapat menimbulkan efek bahagia, senang, atau gembira.

“Hal itu tidak didapatkan jika kurang aktivitas fisik selama bekerja di rumah. Akhirnya, muncul kebosanan hingga mood swing,” terangnya.

Susah Tidur

Selain mengalami kebosanan, dr. Michael menyambaikan bahwa orang yang bekerja di rumah bisa saja mengalami kesulitan tidur. Hal ini terjadi karena tubuh mereka kurang mendapatkan efek lelah yang biasanya didapat dari bekerja di luar rumah atau di kantor.

Cara Mengatasi

Untuk mengantisipasi agar terhindar dari bahaya tersebut, dr. Michael menganjurkan para pekerja yang bekerja di rumah untuk menyisihkan waktu sejenak untuk berolahraga. Tak perlu olahraga yang berat, tapi bisa dilakukan dengan tangan kosong dan tetap berada di ruangan.

“Jika ada sepeda statis, itu sangat baik digunakan bagi mereka yang harus bekerja di rumah. Jika tidak ada, seseorang hanya perlu melakukan gerakan menyerupai mengayuh sepeda untuk menjaga kebugaran, bisa sambil duduk atau tiduran,” jelasnya.

Sesuai dengan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), olahraga sedang ini bisa dilakukan secara rutin dengan total waktu 150 menit dalam seminggu. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat