Waspada, Susah BAB dapat Sebabkan Masalah Serius

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Sewajarnya, beberapa jam setelah makan, sebagian orang akan merasa mulas pertanda ingin buang air besar (BAB). Namun, ada beberapa orang yang tidak merasakan, bahkan hingga berhari-hari. Padahal, susah BAB dapat menyebabkan masalah serius.

Dalam dunia medis, susah BAB dikenal dengan istilah konstipasi. Konstipasi telah menjadi masalah bagi kebanyakan orang di seluruh belahan dunia. Di Amerika Serikat, 2 hingga 27 persen orang dengan 2,5 juta kunjungan ke dokter dan hampir 100.000 perawatan per tahunnya, mengalami konstipasi, seperti dilansir dari detik.

“Konstipasi (susah BAB) dapat mempengaruhi aktifitas sehari-hari sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Bahkan, konstipasi cukup berperan memicu terjadinya kanker usus jika sudah sampai pada tahap obstipasi,” jelas Prof. dr. Aziz Rani, Sp.PD-KGEH, Ketua Divisi Gastroenterologi Departemen Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI).

Sementara itu, dilansir dari Daily Star UK, beberapa bulan lalu di Tiongkok, ditemukan seorang pria mengalami konstipasi serius. Rupanya dalam usus pria itu tertimbun 14 kg feses. Dikatakan oleh dr. Yin Lu dari Shanghai Tenth’s People Hospital, seakan perut pria itu bisa meledak kapan saja karena konstipasi serius yang dialami.

Karena hal tersebut, akhirnya pria tersebut diwajibkan operasi. Dalam operasi itu, para tim dokter berhasil mengangkat usus sepanjang 76 cm yang membengkak.

Lalu, di Indonesia sendiri menghimpun data dari RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, 2.397 pasien menjalani pemeriksaan kolonoskopi dari tahun 1998 hingga 2005, sebanyak 9 persen pasien mengalami konstipasi.

“Berdasarkan data, semua pasien dengan konstipasi, 36,4 persen menderita wasir dan hampir 8 persen menderita kanker usus besar. Jadi, jangan anggap susah BAB hal sederhana,” ucap dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, yang juga dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam, FK-UI, dikutip dari situs yang sama.

Melihat data yang tersaji di atas, dapat diketahui bahwa penderita konstipasi di Indonesia masih cukup besar. Dokter Ari menegaskan bahwa masalah konstipasi tidak akan pernah selesai. Karena, hal tersebut selalu berhubungan dengan makanan, stres, obat-obatan dan aktivitas yang orang lakukan.

Seseorang dapat dikatakan konstipasi jika BAB kurang dari 3 kali selama seminggu. Atau kesulitan mengeluarkan feses (kotoran) karena keras. “Konstipasi menyebabkan kotoran yang harusnya keluar menjadi tetap ada dalam usus, akhirnya terjadi polip. Yang karena multifaktor dapat menyebabkan kanker kolorektal,” paparnya.

Kemudian, ada faktor risiko yang bisa menyebabkan konstipasi menurut dokter Ari. Ia menjelaskan, faktor tersebut antara lain, jenis kelamin, aktivitas fisik yang kurang, asupan makanan yang kurang, diet rendah serat, obat-obatan tertentu, dan stress ataupun depresi.

Membiasakan diri dengan gaya hidup sehat dapat meminimalisasi terjadinya konstipasi. Karena, konstipasi bukan hal yang bisa dianggap remeh. Jika disepelekan, konstipasi dapat menyebabkan kanker usus.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat