Waspada, Kebiasaan Makan Es Batu Bisa Sebabkan Gigi Rusak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Ketika mengonsumsi segelas minuman dingin, seringkali banyak orang akan mengunyah sisa es batu yang tertinggal di dalam gelas. Padahal, tekstur es batu yang cukup keras dapat mengiritasi jaringan lunak dalam gigi sehingga dapat membuat gigi rusak.

Tidak sampai di situ, kesalahpahaman lain yang beredar di masyarakat adalah anggapan tentang es batu yang hanya terbuat dari air bersih yang dibekukan, sehingga tidak ada kekhawatiran dalam mengonsumsinya karena nihil mengandung gula, pengawet, atau zat berbahaya lainnya.

Anggapan yang keliru tersebut pun membahayakan bagi kesehatan gigi. Mengapa bisa begitu? Berikut penjelasan drg. Rahma Nadira, Sp.KGA, Dokter Spesialis Gigi Anak di Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya.

Merusak Gigi

Kebiasan dari mengunyah es batu ternyata dapat merusak kesehatan gigi. Ini menurut drg. Rahma Nadira, Sp.KGA dikarenakan, bahan makanan yang cenderung dingin dapat merusak email atau lapisan putih yang melapisi dan melindungi gigi.

“Meskipun email pada gigi cukup kokoh namun bila terlalu sering mengunyah es batu hingga mengakibatkan rusak maka tidak akan dapat diperbaiki lagi. Anak-anak itu biasanya suka mengunyah es batu, kalau dibiarkan terus menerus bisa merusak gigi,” jelasnya.

Ketika email gigi rusak, lanjutnya, maka akan menyebabkan gigi sensitif, warna gigi memudar, gigi berlubang, sampai patah. Selain merusak lapisan enamel gigi, kebiasaan makan es batu juga bisa menimbulkan sindrom gigi retak.

Gejala yang timbul bila mengalami sindrom gigi retak sekilas tak dapat dikenali dengan mudah. “Biasanya kalau gigi retak itu pasien akan merasakan ngilu di giginya, tapi langsung hilang, lalu datang lagi, terus kayak gitu,” imbuhnya.

Meski demikian, keretakan gigi bisa mencapai jaringan halus pada gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Tekanan pada gigi yang kuat seperti saat makan es batu, dapat membuka retakan tersebut dan mengiritasi pulpa. Akibatnya, gigi jadi lebih sensitif pada makanan atau minuman yang suhu dan rasanya ekstrem.

“Jadi kalau orang itu suka ngunyah es batu lebih baik sering kontrol ke dokter gigi untuk memperbaiki gigi-gigi yang retak atau berlubang atau mengganti tambalan yang hilang,” sarannya.

Waspada Pagophagia

Pagophagia adalah sebutan dari orang yang memiliki kebiasan mengunyah es batu. Pagophagia merupakan bagian dari pica, penyakit yang membuat pengidapnya punya orientasi makanan tak lazim.

Umumnya, pica menyerang anak-anak dan disertai dengan gangguan mental lain seperti autisme, skizofrenia, dan membuat orang-orang mendambakan makanan yang nyata-nyata tidak memiliki kandungan gizi. Sedangkan gangguan perilaku pagofagia dapat memengaruhi orang dewasa dan anak-anak.

Menurut laman resmi Dental Plans, pica dapat muncul akibat seseorang mengalami kekurangan suatu nutrisi tertentu pada tubuh. Pada pagophagia, kondisi tersebut muncul akibat penderita mengalami kekurangan zat besi atau anemia.

Untuk menentukan seseorang mengalami gangguan perilaku pagophagia atau kecanduan mengunyah es, orang tersebut harus punya gejala paling tidak sebulan nonsetop. Seseorang yang mengalami kondisi ini biasanya mencari es terus-menerus, bahkan dapat mengunyah es dari freezer untuk memenuhi keinginannya.

Selain itu, beberapa masalah emosional lain juga bisa memicu orang ingin makan es batu. Misalnya, dalam kondisi stres seseorang yang makan es batu jadi lebih tenang.

Kondisi lain yang bisa memicu orang doyan makan es batu adalah obsessive-compulsive disorder (OCD). OCD adalah kondisi kesehatan mental yang mengarah pada perilaku kompulsif atau pikiran obsesif.

Sebaiknya, kurangi kebiasaan mengunyah es batu agar gigi tidak mengalami kerusakan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat