Waspada Katarak Dapat Terjadi pada Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Katarak adalah penyakit yang umum menyerang orang lanjut usia (lansia). Nyatanya, katarak juga dapat menyerang anak. Sehingga perlu deteksi sedini mungkin untuk mengatasinya.

Katarak jenis ini disebut katarak kongenital, yang dapat menyebabkan kebutaan. Dilansir dari Okezone, menurut penelitian tahun 2010, World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat 285 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan penglihatan dan low vision. Sebagian besar ternyata berada di negera berkembang, khususnya Indonesia.

Dokter spesialis mata RS Al Irsyad Surabaya, dr. Dianawati Koesoemowardani, Sp.M menjelaskan bahwa kasus katarak yang terjadi pada anak kecil disebabkan oleh berbagai faktor. “Katarak juga bisa terjadi pada anak kecil, tapi itu jarang sekali. Biasanya karena infeksi ibuya saat mengandung, misalnya terkena rubella atau toksoplasma,” paparnya.

Infeksi dan malnutrisi ketika bayi berada dalam kandungan meningkatkan kemungkinan bayi lahir dengan gejala katarak. Demikian pula anak yang lahir dengan kondisi down sindrom, memiliki risiko lebih tinggi mengalami katarak.

Faktor keturunan juga cukup memiliki andil. “Keturunan dari ayah atau ibu bila memiliki riwayat penyakit katarak juga terdapat kemungkinan anak tersebut mengalami hal serupa,” lanjutnya.

Menurut dokter Diana, selain kelaianan bawaan sejak dalam kandungan, benturan atau cedera pada mata juga dapat menyebabkan terjadinya katarak pada anak kecil. Sehingga perlunya waspada bagi ibu hamil.

Katarak pada anak kecil dapat dideteksi sejak dini. Coba perhatikan bagian tengah mata anak, bila terdapat warna abu-abu atau putih pada bagian pupil, bola mata tampak tidak seimbang atau anak mudah silau saat terkena sina matahari. Hal ini dapat menjadi pertanda bahwa anak mengalami katarak.

Seiring berkembangnya anak, katarak akan semakin mengganggu. Karena adanya respin yang kurang pada mata terhadap benda bergerak di depannya. Gerakan mata yang tidak wajar atau nistagmus.

Apabila dijumpai gejala katarak pada anak, orangtua wajib segera konsultasi ke dokter spesialis mata guna mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mata biasanya akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh agar kondisi mata bayi atau anak dapat diketahui dengan baik.

“Kalau sudah terkena katarak, maka tidak dapat dicegah, sehingga sebelum mengalami kebutaan, lebih baik konsultasikan kepada dokter spesialis mata,” ungkap dokter Diana.

Jika sudah memengaruhi penglihatan, operasi pengangkatan katarak sangat dianjurkan untuk menghindari gangguan penglihatan dalam jangka panjang. Dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi katarak sebelum bayi berusia tiga bulan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat