Waspada Kadar Gula Meningkat Akibat Main Ponsel Sebelum Tidur

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Selain karena makanan yang menyebabkan gula darah meningkat, studi terbaru menyebutkan, bermain ponsel sebelum tidur dapat berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah.

Diabetes merupakan penyakit gaya hidup yang tak dapat disembuhkan. Hal ini karena diabetes dapat disebabkan atau dipicu oleh sejumlah kebiasaan, mulai dari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan lemak, kurang olahraga serta asupan air putih yang kurang.

Meski begitu, penyakit diabetes masih dapat dikelola agar penderita bisa tetap hidup nyaman. Dilansir dari CNNIndonesia, pencegahan atau pengelolahan diabetes akan menjadi efektif apabila seseorang mengubah pola hidupnya.

Ternyata, studi terbaru menyebutkan bahwa peningkatan kadar gula bukan hanya terjadi bila seseorang mengonsumsi makanan berlemak atau aktivitas fisik yang kurang, melainkan bermain ponsel sebelum tidur juga dapat menyebabkan kadar gula pada seseorang meningkat.

Paparan cahaya buatan dari perangkat elektronik di malam hari atau sesaat sebelum tidur tersebut ternyata berakibat pada peningkatan kadar gula darah pada seseorang. Hal ini ditunjukkan pada studi yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior.

Hal tersebut disebutkan oleh seorang Peneliti postdoctoral di Ohio State University Wexner Medical Center Columbus, Kathryn Russart. “Bahkan pada level yang Anda anggap tidak berbahaya, paparan cahaya elektronik pada malam hari dapat memicu sejumlah masalah kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa paparan cahaya buatan dari ponsel di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian atau ritme alami tubuh yang berjalan selama 24 jam mengikuti cahaya matahari.

Selain itu, paparan cahaya buatan juga membuat tubuh ‘terkecoh’ antara malam dan siang. Itu sebabnya, menggunakan perangkat elektronik sebelum tidur seperti ponsel, tab, laptop, atau televisi dapat membuat seseorang sulit tidur nyenyak.

Ritme hormon dalam jaringan endokrin juga mengalami gangguan yang dapat menyebabkan diabetes. “Ketika otak terpapar cahaya pada malam hari, jam internal menjadi terganggu sehingga lebih sulit untuk tertidur dan menyebabkan perubahan hormon pada tubuh yang memicu lonjakan gula,” terangnya.

Oleh sebab itu, agar terhindar dari masalah kesehatan, ia menyarankan untuk membatasi paparan cahaya kurang dari lima lux di malam hari untuk menjaga ritme sirkadian tetap sinkron. 

“Seseorang dapat menggunakan kacamata pemblokiran cahaya terang untuk membantu menangkal paparan cahaya biru dari elektronik dan tetap menggunakannya selama menggunakan komputer, smartphone, iPad atau menonton TV,” tutupnya. 

Karena menggunakan ponsel, tablet, dan bahkan TV sebelum tidur dapat membuat tubuh terkena cahaya hingga 40 lux, sehingga perlunya mengurangi atau membatasi dalam penggunaannya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat