Waspada, Inilah Dampak Terlalu Banyak Tidur

WRs-alirsyadsurabaya.co.id– Kurang tidur memang tidak baik bagi kesehatan. Namun terlalu banyak tidur ternyata dapat mendatangkan sejumlah masalah kesehatan. Islam pun tidak menyukai umatnya yang terlalu banyak tidur.

Sebab menurut Islam, orang yang bertaqwa itu sedikit tidurnya (untuk aktivitas beribadah). Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.“ (QS. Az-Zariyat 15-18).

Di sisi kesehatan, dr. Iwah Prestiono, dokter RS Al Irsyad Surabaya menjawab pertanyaan soal bahaya kesehatan di balik banyak tidur.

Membuat Tubuh Pegal dan Aliran Darah Tidak Normal

Menurutnya, tidur memang dibutuhkan manusia untuk proses recovery setelah beraktivitas hampir sepanjang hari. Namun jika waktu tidur menjadi berlebih, maka hal ini tidak dianjurkan.

“Tidur terlalu lama bisa jadi menyebabkan pusing kepala, karena kondisi tekanan darah boleh jadi menurun,” tuturnya.

Selain itu, terlalu banyak tidur juga malah membuat badan menjadi pegal-pegal karena sirkulasi darah yang kurang lancar karena kurang aktifitas ,” imbuh dokter pelayanan di RS Al Irsyad Surabaya ini.

Selain itu, ia melanjutkan, terlalu banyak tidur juga akan menyebabkan kemalasan pada diri seseorang. Hal ini dikarenakan orang yang banyak tidur dalam posisi rileks, yang kemudian menyebabkan seseorang menjadi malas bergerak dan beraktivitas.

“Sedangkan kita juga perlu beraktivitas dan berkeringat supaya sehat,” imbuh Dokter Iwah.

Kemudian dilansir dari HuffingtonPost.com, terlalu banyak tidur dapat melemahkan fungsi otak. Hal ini sebagaimana yang dibuktikan oleh studi pada tahun 2012, yang menemukan bahwa di antara usia lanjut, tidur terlalu lama memperburuk fungsi otak pada jangka waktu enam bulan.

Tak hanya melemahkan otak, namun juga mengundang penyakit diabetes. Sebagaimana hasil penelitian dari Quebec, tim riset menemukan bahwa orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam per malam memiliki resiko terkena diabetes tipe dua dibanding mereka yang lebih singkat waktu tidurnya.

Jantung pun terkena dampaknya. Sebab berdasar riset yang dilakukan oleh American College of Cardiology tahun 2012 yang dilansir dari laman liputan6, bahwa tidur lebih dari delapan jam per malam mempunyai kaitan dengan meningkatnya resiko masalah jantung. Riset itu mengumpulkan lebih dari 3000 orang dan menemukan bahwa mereka yang tidur lama memiliki resiko terkena penyakit angina dua kali lebih banyak. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat