Wajib Tahu, Pemenuhan Gizi Bagi Lansia

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Jika Anda sedang merawat orangtua yang sudah berusia lanjut, pemahaman tentang pemenuhan gizi untuk lansia mutlak diketahui. Pemenuhan gizi bagi seseorang yang sudah berusia lanjut (lansia) dengan seorang dewasa sama sekali berbeda.

Lansia telah mengalami banyak kemunduran dari segi fisiknya, karenanya gizi yang diperlukan juga berbeda. Sehingga pemenuhan gizinya juga harus disesuaikan pada setiap kondisi yang telah dialami olehnya.

Untuk mendukung proses adaptasi dengan perubahan fisik yang telah dialami serta untuk mendukung pergantian sel tubuhnya agar dapat berjalan dengan baik, maka kebutuhan gizi lansia harus diperhatikan dan diberikan dengan baik.

Ahli gizi Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, Nur Ulfah, A.Md.gz, mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan adalah kalori dasar, yaitu kalori yang dibutuhkan tubuh dalam waktu istirahat, misalnya untuk fungsi ginjal, jantung, pernafasan dan usus.

Hal tersebut, menurutnya, dikarenakan kebutuhan kalori dasar tersebut berkurang 5 hingga 10 persen pada lansia dibandingkan dengan usia dewasa, sedangkan kebutuhan vitamin serta mineralnya sama dengan orang dewasa.

“Kebutuhan protein juga berperan penting bagi kesehatan lansia, mengingat semakin besarnya kebutuhan protein yang dibutuhkan oleh lansia yaitu 1gr/kg berat badan,” imbuhnya.

Dalam hal ini, protein adalah sumber energi bagi lansia untuk melakukan aktifitas dalam kesehariannya, dan juga diperlukan tubuh lansia untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak serta membantu lansia memiliki umur yang lebih panjang.

Kenali Masalah Gizi Pada Lansia

Seorang lansia, ujar Nur Ulfah, dapat mengalami masalah gizi seperti kekurangan gizi atau kelebihan gizi. Kekurangan gizi dapat ditandai dengan nafsu makan berkurang, penglihatan menurun, kulit kering dan wajah lesu. “Sedangkan kelebihan gizi dapat ditandai dengan kelebihan berat badan (obesitas),” kata alumnus politeknik kesehatan Kemenkes Malang tersebut

 Jika ditemui tanda-tanda kekurangan gizi pada lansia, maka hal tersebut harus segera ditangani dengan cara melakukan perbaikan asupan serta pola makanan, yaitu dengan memberikan sayuran, buah, serta makan-makanan yang mengandung protein, agar tidak terjadi penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah mengalami infeksi.

Tekstur Makanan Serta Makanan Yang Harus Dihindari

Karena kemunduran serta keterbatasan yang telah dialami oleh lansia, maka tekstur dan bentuk makanan harus diperhatikan agar dapat dikonsumsi dengan baik. Misalnya, jika kemundurannya ada pada gigi (ompong) seharusnya makanan disajikan dalam bentuk lunak seperti bubur tim dan lauk pauk yang dihaluskan atau dicincang.

“Karena lansia telah mengalami perubahan proporsi jaringan lemak, seharusnya konsumsi makanan yang mengandung lemak harus dibatasi pada lansia. Misalnya seperti santan, gorengan,  kulit hewan (ayam dan sapi) serta jerohan,” pungkasnya (nda)

Lebih lanjut dapat berkonsultasi dengan Ahli gizi Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya pada hari:

Senin-Jumat pukul 08.00-10.00 dan 15.00-17.00 WIB
Sabtu pukul 08.00-10.00 WIB


-Melayani konsultasi gizi pasien diabetes melitus, hipertensi, gangguan ginjal, obesitas, jantung

-Catering diet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat