Turun Berat Badan Cepat dengan Diet Ekstrem, Ini Risikonya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sebagian orang pasti memimpikan tubuh yang ideal. Untuk mewujudkannya, berbagai diet pun dilakukan hingga yang ekstrem sekalipun. Padahal, diet ekstrem malah berbahaya dan dapat mengacaukan metabolisme.

Diet yang dilakukan dengan benar tentu juga memberi hasil yang memuaskan. Namun, ada kalanya beberapa orang ingin menurunkan jarum timbangan dengan cepat.

Tak ayal, mereka pun meniru berbagai macam diet yang tergolong ekstrem. Mulai dari hanya meminum air putih saja hingga menelan telur cacing pita.

Karenanya, perlu untuk hati-hati dalam melakukan diet. Jika diperlukan, diet yang akan Anda lakukan perlu melalui konsultasi dan pengawasan dari ahlinya.

“Diet gizi seimbang lebih dianjurkan daripada menggunakan cara ekstrem dengan berbagai risiko yang ada,” kata Nur Ulfa, A.Md.Gz, Ahli Gizi RS Al Irsyad Surabaya.

Kemudian, terkait dengan diet ekstrem yang akan dijalani, tentunya ada beberapa risiko yang membahayakan bagi tubuh. Berikut adalah risiko-risikonya.

Tubuh Sering Kelelahan

Diet yang dilakukan dengan ekstrem akan memangkas lebih dari setengah kebutuhan kalori harian pada seseorang. Hal ini sama saja dengan mengurangi nutrisi-nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Tubuh pun akan kehabisan energi, kadar gula menurun dan berujung kelelahan.

Metabolisme Melambat

Saat defisit kalori dilakukan maka energi pun menurun. Secara alami, metabolisme dalam tubuh melambat karena tubuh akan melakukan penghematan energi.

Jika hal ini dibiarkan, maka penurunan berat badan akan melambat bahkan tidak ada perubahan sama sekali. Akhirnya, lemak pun akan disimpan tubuh, namun otot akan menyusut. Ini dikarenakan tubuh menggunakan otot-otot yang ada sebagai energi.

Perubahan Pada Pencernaan

Agar pencernaan berfungsi dengan baik maka diperlukan nutrisi yang tepat seperti serat dan air. Kedua nutrisi ini dapat diperoleh dari konsumsi air mineral, buah-buahan, sayuran, hingga biji-bijian. Namun, ketika pembatasan kalori berlebihan dilakukan, risikonya pencernaan dapat melambat.

Jika sudah begitu, sembelit dan kembung pun mungkin terjadi. Sementara itu, selain pada organ pencernaan, fungsi kantung empedu juga menurun karena adanya penurunan kalori dan dapat berujung terbentuknya batu empedu yang berbahaya.

Malnutrisi

Bagi sebagian orang awam, ketika diet, lemak ataupun karbohidrat akan dihindari. Padahal, dua hal tersebut adalah makronutrisi penting yang juga dibutuhkan tubuh. Jika hal ini terus menerus dilakukan, maka tubuh akan mengalami malnutrisi dan tubuh akan kesulitan menjalankan fungsinya secara normal.

Diet memang baik dilakukan jika tepat langkahnya. Maka dari itu perlu pengawasan ahli agar diet berhasil dan memberi efek yang baik pada tubuh. Dengan diet yang benar, maka tubuh pun akan makin sehat. Di RS Al Irsyad Surabaya, kini memiliki Klinik Obesitas yang siap membantu mengawasi pola diet Anda.

“Penurunan ideal kurang lebih setengah hingga satu kilogram berat badan, tidak lebih. Selain pola makan, olahraga teratur, konsumsi air putih, menjaga pikiran agar tidak stres juga adalah hal yang penting dalam menjalani program diet,” pesan Ahli Gizi RS Al Irsyad tersebut.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat