Tuai Antusias, Webinar Peran Nutrisi Jawab Berbagai Pertanyaan Bunda Soal Tumbuh Kembang Anak

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Setelah mengudara dan membahas Peran Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Optimal dalam Bincang Media Radio Suara Muslim Surabaya pada Sabtu (21/11), puluhan peserta nampak masih antusias mengikuti webinar kesehatan dengan tema serupa pada Minggu (29/11). Berbagai pertanyaan bunda pun dilayangkan dan dijawab oleh Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya.

Berbagai hal mengenai nutrisi anak, mulai dari bahaya stunting, obesitas, dan malnutrisi, mengenal seputar ASI sebagai nutrisi terbaik pada anak, pentingnya tahapan MPASI, dibahas secara menyeluruh oleh dr. Nurita Alami Dwi Wijayanti, Sp.A. dalam webinar kali ini. Peserta yang terdiri dari 70 bunda pun nampak antusias.

Berbagai pertanyaan para bunda membanjiri sesi tanya jawab, mulai dari diagnosa stunting, persoalan menyapih, kebutuhan cairan sesuai usia anak, sulit makan pada anak, dan berbagai pertanyaan mengenai tanda bahaya pada tumbuh kembang anak lainnya.

Tips Menyapih Anak

Untuk menyapih pada anak usia di atas 2 tahun, saran dr. Nurita, adalah dengan mengajak anak berbicara. Berikan nasihat secara halus tanpa paksaan sehingga tidak menimbulkan trauma pada anak. Katakan pada anak, bahwa ASI yang diberikan kini sudah tidak lagi cukup, dan jika tidak banyak makan, maka anak bisa sakit, “Cara lainnya adalah di jam biasa menyusui pada anak, tawarkan anak susu formula sebagai pengganti,” katanya.

Pemberian susu formula maksimal dalam sehari hanya tiga kali, yakni pada pagi, tidur siang, dan pukul 8 malam. Sementara jika anak sudah suka banyak makan, menurut dr. Nurita, pemberian susu formula sebanyak dua kali sehari sudah akan mencukupi kebutuhan nutrisi anak.

Pada anak usia di bawah 3 tahun, dr. Nurita mengingatkan, bahwa susu formula masih wajib diberikan pada anak. Jika anak tidak suka susu formula, maka orang tua perlu memberikan anak makanan yang mengandung formula, seperti keju, yogurt, biskuit mengandung susu, maupun camilan berbahan utama susu lain yang disukai anak.

Tetapi tentunya, karena sedang mengenalkan suatu hal baru pada anak, maka hal ini perlu memakan waktu. Namun paling tidak, lanjut dr. Nurita, pemberian ASI harus segera dikurangi karena ASI dapat memberikan efek ketergantungan (addict) pada anak dan hal itu dapat mempengaruhi psikologis anak ke depannya.

“Jadi mulai kenalkan produk susu formula apa saja sesuai kebutuhan anak. Selama anak tidak memiliki riwayat alergi, maka ibu bisa memberikan anak susu formula standar, dan disesuaikan juga dengan kemampuan ekonomi,” terang dr. Nurita.

Deteksi Stunting Secara Akurat

Deteksi stunting merupakan kewenangan dokter spesialis anak. Karena untuk menetapkannya, ada banyak hal yang perlu dievaluasi. Yang perlu diingat, bahwa perawakan pendek pada anak belum tentu bisa disebut sebagai stunting.

“Ibu bisa melakukan pengukuran mandiri di rumah dengan mengukur panjang anak, lalu plotting hasil pengukuran di buku KMS/KIA di kurva panjang anak sesuai usia. Jika pada usia di atas 2 tahun WHO di bawah -2, maka segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak. Atau download aplikasi PrimaKu, lalu masukkan panjang dan usia anak. Jika keluar hasil menunjukkan stunted, maka segera konsultasi,” papar dr. Nurita.

Konsultasi diperlukan untuk benar-benar memastikan apakah anak masih pada rerata tinggi badan orang tuanya, atau potensi genetik orang tua, sehingga diagnosa stunting dapat ditegakkan. Selain itu, ini dilakukan agar stunting dapat segera diatasi, karena pemberian nutrisi dan stimulasi saat anak sudah berada di atas usia 2 tahun tidak memberikan dampak yang cukup besar pada perkembangan otak anak.

Dalam kesempatan webinar bersama Abbot ini, perwakilan dari Abbot pun menjelaskan, bahwa memang masih banyak anak di Indonesia yang mengalami stunting, sehingga anak memerlukan produk susu sesuai indikasi kebutuhan nutrisi anak. Tentunya, produk susu tersebut adalah yang bisa dikonsumsi saat anak mulai memasuki usia yang tidak sepenuhnya mengandalkan ASI.

Produk susu tersebut adalah PediaSure Complete dan PediaSure Triplesure. PediaSure Complete diindikasikan untuk anak dengan gizi kurang (faltering growth), maupun anak dengan masalah makan baik karena pilih-pilih makan atau makannya sedikit.

“Produk ini tidak dijual di pasaran, dan hanya diberikan atas saran dokter. Karena sesuai penjelasan dr. Nurita, yang bisa menentukan atau mendiagnosis seorang anak memiliki berat badan yang tidak sesuai kurva adalah dokter spesialis anak,” terangnya.

Sementara anak dengan pertumbuhan normal, dengan plot grafik pertumbuhan yang sesuai, maka bisa mengonsumsi produk PediaSure Triplesure, “Jadi kalau berat dan tinggi anak sudah ideal, maka bisa beralih ke PediaSure Triplesure. Produk ini pun umum, dan bisa dibeli di mana saja,” jelasnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat