Tingkatkan Kemampuan Komunikasi, RS Al-Irsyad Upayakan Pelayanan Terbaik

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Deru semangat sayup terdengar tiap Selasa dan Rabu sejak 20 Agustus hingga 2 Oktober 2019 mendatang dari Ruang Serbaguna lantai IV RS Al-Irsyad Surabaya.

Suara tersebut berasal dari agenda Pelatihan Komunikasi Efektif Rumah Sakit yang diikuti seluruh level dan unit kerja RS Al-Irsyad Surabaya dengan dibagi menjadi 14 sesi yang masing-masing diikuti 35-40 orang staf dan karyawan.

Tujuan dari kegiatan ini, diungkapkan Imam Muchlis, M.Psi. selaku Manajer Sumber Daya Manusia RS Al-Irsyad Surabaya, utamanya adalah untuk memberikan pembekalan sekaligus evaluasi pentingnya komunikasi yang efektif kepada seluruh petugas kesehatan di RS. 

“Jadi tujuan improvisasi kemampuan komunikasi ini utamanya untuk ditujukan pada internal customer, utamanya itu, baru pada pihak eksternal. Karena jika pada internal baik, maka eksternal akan baik. Kebiasaan itu yang ingin terus kami tumbuhkan, terutama jika ada karyawan yang masih tergolong baru,” jelas Imam Muchlis.

Untuk mencapai tujuan ini, dalam pelatihan dijabarkan mengenai prinsip dasar komunikasi efektif, komunikasi efektif dalam asuhan keperawatan, baik perawat dengan pasien, juga perawat dengan keluarga, materi penerapan metode Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) serta Tulis, Baca Kembali, dan Konfirmasi (TULBAKON) agar edukasi kesehatan dapat berjalan lancar dan sesuai prosedur, hingga Sosialiasasi mengenai Pengendalian Pencegahan Infeksi (PPI).

Untuk fasilitator sendiri dalam kegiatan ini, dari staf medis ialah dr. Syarwani selaku Kepala Bagian Rawat Jalan dan fasilitator dari staf nonmedis, adalah Imam Muchlis, M.Psi. sendiri yang juga merupakan seorang psikolog.

Pelatihan ini membahas secara mendalam tak hanya pengertian komunikasi di permukaan saja, namun juga pada nada suara, kejelasan vokal, ekspresi berbicara, cara tersenyum, dan lain sebagainya. Pelatihan pada Rabu (4/9) menjadi pelatihan kelima dan akan menyusul 9 sesi latihan lagi bergiliran dengan staf/karyawan/dokter lain.

Dimulai pada pukul delapan pagi hingga tiga sore, pelatihan ini bersifat interaktif dan membahas langsung persoalan komunikasi yang sehari-hari dilakukan di RS dengan langsung menanyakan pendapat para peserta yang hadir.

Tidak hanya itu pelatihan ini juga diisi dengan berbagai gim seru yang memungkinkan staf, karyawan, hingga dokter rumah sakit berinteraksi langsung secara bersama.

“Belajar, mengalami, merasakan, langsung ingat,” ujar Imam Muchlis saat menegur salah satu peserta yang sibuk menulis materi di dalam buku catatannya.

Menurut Imam Muchlis, melihat hasil pre-test dan post-test setiap sebelum dan sesudah pelatihan, serta adanya refleksi sebelum sesi pelatihan ditutup, sudah dapat membantunya melihat dampak dari pelatihan tersebut. “Yang terpenting bagaimana kemudian hasil pelatihan ini diimplementasikan pada budaya RS,” imbuhnya.

Tidak hanya dipraktikkan di RS, Muchlis mengungkapkan, materi yang didapat dari pelatihan ini juga dapat diimplementasikan di lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal sekitar.

Sementara dr. Syarwani, dalam pemaparan materi selanjutnya mengenai Enam Sasaran Keselamatan Pasien menekankan, bahwa agenda ini ditujukan untuk arah yang lebih baik dengan potensi manusia yang sama.

“Kumpul di sini untuk hal-hal yang lebih baik, dengan ilmu yang kita dapat ini, kemudian ditampilkan yang terbaik,” jelas dr. Syarwani. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat