Terlalu Banyak Konsumsi Protein Justru Berbahaya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id –  Bagi penggemar olah raga pembentuk otot, mengonsumsi protein tinggi adalah hal wajib. Namun jika konsumsi protein terlalu berlebihan ternyata justru membahayakan.

Meskipun protein merupakan salah satu komponen nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh sebagai neurotransmitter otak, pembentukan jaringan kulit, otot dan lain sebagainya, keseimbangan nutrisi tetap harus diperhatikan. Jika kadar protein dalam tubuh melebihi batas wajar karena dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Dilandir dar detik, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gail Gail Butterfield, PhD, ED, seorang direktur Nutrition Studies di The Palo Alto Veterans Administration Medical Center mengungkapkan, “Tubuh seseorang memang membutuhkan protein untuk keberlangsungan fungsi sistem tubuhnya. Namun, jika jumlah  protein yang masuk dalam tubuhnya melebihi 30 persen, hal tersebut akan membahayakan dirinya,” ungkap Gail

Alasannya, protein itu berbeda sekali dengan sel-sel lemak yang dapat disimpan dalam jaringan-jaringan lemak jika jumlahnya melebihi batas dalam tubuh. Sampai pada titik ini, sudah diketahu bahwa tubuh tidak memiliki jaringan untuk menyimpan protein yang berlebih, untuk itu tubuh akan bekerja dengan keras mengubah protein yang berlebihan tersebut menjadi lemak.

Padahal, dengan mengubah protein menjadi lemak, tentunya resiko lemak berlebihan dalam tubuh akan meningkat tajam. Ketika lemak dalam tubuh telah meningkat, hal inilah yang ditakutkan karena akan meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit-penyakit akibat lemak berlebih seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga stroke.

Sejalan dengan hal itu, dalam sebuah jurnal yang dipublikasikan dalam Journal of the American Geriatrics Society juga telah diungkapkan bahwa kelebihan protein akan menyebabkan seseorang semakin tinggi resikonya untuk mengidap penyakit ginjal, hati, osteoporosis dan kanker.

Hal tersebut dikarenakan protein yang berlebihan dalam tubuh akan menghasilkan senyawa bersifat toksik yang disebut dengan keton. Ketika, banyak senyawa keton dalam tubuh, tentunya ginjal akan bekerja keras berusaha untuk mengeluarkannya dari tubuh sehingga membuat seseorang mengalami dehidrasi.

Sampai pada kondisi dehidrasi akibat keton ini, akibatnya berat badan akan menjadi berkurang karena massa otot dan tulang berkurang sehingga resiko osteoporosis meningkat. Disamping itu, dehidrasi juga akan menyebabkan stress pada ginjal yang pada akhirnya akan berdampak pada jantung.

Untuk itu, sebaiknya seseorang yang ingin membentuk otot tubuhnya sebaiknya tidak berlebih-lebihan dalam mengonsumsi protein. Karena dalam membentuk otot, selain protein yang cukup, asupan karbohirat yang cukup juga dibutuhkan. Bersikap seimbang merupakan pilihan yang baik agar seseorang dapat terbebas dari berbagai resiko kesehatan.

Untuk keterangan lebih lanjut terkait dengan nutrisi dan gizi, Anda bisa berkonsultasi dengan tim ahli gizi yang ada di RS Al Irsyad Surabaya. (nsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat