Terkonfirmasi COVID-19 Tetap Jalani Puasa? Begini Tipsnya

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Puasa di bulan Ramadan menjadi kewajiban bagi umat Muslim. Namun, jika kondisi seseorang dalam keadaan sakit, maka perlu berpikir dua kali untuk berpuasa, misalnya bagi mereka yang sedang berjuang melawan COVID-19.

Dokter Spesialis Paru, Alfian Nur Rosyid menyampaikan bahwa beberapa pasien COVID-19 diizinkan untuk berpuasa jika berada dalam kondisi tertentu, misalnya mereka yang dengan gejala ringan, isolasi mandiri di rumah bukan di rumah sakit, maka boleh berpuasa namun perlu memperhatikan beberapa tips.

Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini pun memberikan beberapa tips dan catatan agar pasien COVID-19 bisa berpuasa dengan lancar tanpa mengganggu proses pemulihan tubuh, antara lain:

Cukup protein

Alfian mengatakan saat berpuasa, baik sahur maupun berbuka perlu memperhatikan nutrisi, terutama kecukupan protein. Dalam masa pemulihan, protein diperlukan untuk memperbaiki atau mengganti jaringan tubuh yang rusak.

Asupan protein dapat diperoleh dari boga bahari (makanan laut) misalnya, seperti ikan salmon, sarden, kerang-kerangan, produk susu, daging, telur, juga kacang-kacangan.

Hindari berbuka dengan makanan berminyak dan minuman dingin

Sebaiknya hindari berbuka dengan minuman dingin dan makanan berminyak. Pasalnya, menu ini tidak disarankan bagi pasien COVID-19 karena dapat merangsang iritasi di tenggorokan.

“Setelah seharian tenggorokan kering, kalau berbuka dengan yang dingin berisiko mengiritasi mukosa. Makanan berminyak bisa menimbulkan luka di tenggorokan dan tidak baik untuk pasien. Sebaiknya berbuka dengan minuman hangat untuk mengompres tenggorokan,” ujarnya dilansir dari CNN.

Berbuka dengan yang tidak terlalu manis

Pasien COVID-19 juga bisa berbuka dengan menu yang manis tetapi disarankan tidak terlalu manis. Menurut Alfian, makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi tidak baik untuk mukosa tenggorokan.

Perhatikan komorbid

Sebaiknya pasien COVID-19 yang memiliki komorbid dapat senantiasa mengontrol kadar gula darah atau tekanan darah, agar makanan yang dikonsumsi pun tak membuat semakin parah.

Konsumsi suplemen makanan

Suplemen makanan tetap diperlukan karena kebutuhan vitamin dan mineral kadang tidak terpenuhi hanya dari konsumsi makanan. Pasien COVID-19 dapat mengonsumsi suplemen zinc (seng), vitamin C dan D.

Penuhi kebutuhan cairan

Penting untuk menjaga hidrasi tubuh lewat pemenuhan kebutuhan cairan. Berpuasa bukan berarti konsumsi cairan berkurang. Pasien bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan 8 gelas air putih yang dipecah saat sahur, berbuka, makan malam, dan jelang tidur.

Sesuaikan jam minum obat

Untuk pasien yang masih mengonsumsi obat, sebaiknya sesuaikan jam konsumsi obat dengan jam sahur dan berbuka puasa. Alfian menyarankan, untuk obat yang dikonsumsi 3 kali sehari, pagi, siang, dan malam, untuk jatah siang bisa digeser saat jelang tidur.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat