Terapi Asma dengan Berenang, Ini Ketentuannya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Penderita asma ternyata tetap dapat berolahraga dengan baik. Berenang salah satunya. Bahkan, berdasar studi berenang dapat memperbaiki kondisi kesehatan para penderita asma.

Tim dokter dari KlikDokter sepakat, dibandingkan dengan olahraga lain, posisi tubuh seseorang saat berenang akan membuat saluran pernapasan lebih rileks.

Posisi tubuh yang mendatar saat berenang memiliki efek positif terhadap saluran pernapasan penderita asma. Tubuh tidak perlu menopang terlalu banyak tekanan seperti ketika sedang berdiri. Di kolam renang, sebagian beban tubuh akan ditopang oleh air. Berenang juga melatih seluruh otot pernapasan, mulai dari dada, perut, bahu hingga pundak.

Sebagian besar serangan asma dipicu oleh udara kering. Uap air dari kolam renang membuat udara yang masuk tidak kering, sehingga serangan asma tidak akan terjadi saat Anda sedang berenang. Selain itu, berenang sering direkomendasikan kepada penderita asma untuk menjaga fungsi paru-parunya.

Kemudian menurut Holbreich, mengutip dari Health, beberapa gerakan dan teknik pernapasan saat berenang memang dapat melonggarkan lendir yang berkumpul di paru-paru. Namun penderita asma yang ingin berenang, wajib memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Berenang di Ruangan Indoor

Dikutip dari Live Strong, beberapa penelitian menunjukkan bahwa renang secara teratur dapat memperbaiki fungsi paru bagi penderita asma. Udara yang dihirup saat renang mampu mengurangi keringnya saluran pernapasan yang bisa memicu kambuhnya asma.

Namun, penderita asma disarankan untuk berenang di kolam renang dalam ruangan (indoor). Menurut studi Scientific World Journal, penderita asma yang renang di kolam renang indoor selama enam bulan mengalami perbaikan fungsi paru-paru, dibandingkan mereka yang tidak berenang sama sekali.

Sementara, kolam renang terbuka memiliki potensi alergen lebih tinggi yang disebabkan oleh udara untuk memicu kambuhnya asma. Penelitian sejenis oleh Cochrane Database of Systematic Reviews, juga menemukan efek dari latihan berbasis air untuk penderita asma tidak membahayakan kesehatan secara menyeluruh.

Hindari Kolam Renang dengan Kandungan Klorin yang Tinggi

Sebuah studi menunjukkan bahwa, berenang di kolam renang yang mengandung klorin dapat meningkatkan kemungkinan seorang anak terkena asma dan alergi. Kadar klorin tinggi yang terdapat pada kolam renang dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kandungan klorin yang tinggi pada kolam renang dapat diidentifikasi dari baunya yang khas.

“Data baru-baru ini dengan jelas menunjukkan bahwa iritasi pada saluran udara perenang dari produk klorinasi yang terdapat di dalam air dan udara kolam renang bisa menyebabkan efek aditif yang kuat pada perkembangan asma dan alergi pernafasan seperti alergi rhinitis,” ujar Dr. Alfred Bernard, seorang Toksikologis dari Catholic University of Louvain di Brussels, Jerman, seperti dikutip dari Reuters.

Pada anak-anak yang sensitif terhadap alergi, berenang di kolam renang yang mengandung klorin secara signifikan meningkatkan hubungan antara asma dan alergi pernafasan seperti dilaporkan dalam jurnal Pediatrics. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat