Tepat Cara Konsumsi Kopi, Akan Menyehatkan

Rs-alirsyadsurabaya.com Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi sekitar 600 mg per hari dapat memicu imsomnia, lekas marah, gelisah, gugup, atau lemah otot. Meski demikian, pada dasarnya minum kopi sangat menyehatkan bila dikonsumsi dengan cara yang tepat.

Seperti disampaikan oleh nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD, melansir dari Detik, perlu diketahui alasan mengapa orang dengan gangguan mag tidak dianjurkan minum kopi. Menurutnya, kopi mengandung berbagai senyawa, seperti katekol dan kafein. Senyawa ini dapat meningkatkan produksi asam lambung.

“Untuk orang yang memiliki gangguan mag, maka hal ini dapat memperburuk sakit mag-nya,” tutur Jansen kepada detikHealth baru-baru ini.

Selain itu, kafein yang terkandung pada kopi juga dapat mengendurkan lower esophageal sphincter (LES), yakni katup antara lambung dan tenggorokan. Hal ini menyebabkan gas di lambung mudah naik hingga ke kerongkongan.

Tanpa Tambahan Apapun

Sebetulnya mengonsumsi kopi adalah sehat. Namun harus benar dalam cara mengonsumsinya, salah satunya adalah tanpa tambahan apapun. Menurut Jansen, sebaiknya memang kopi dikonsumsi tanpa campuran apapun.

“Penambahan susu, krimer, dan gula memang akan membuat rasa kopi lebih nikmat, namun dapat menurunkan efektivitas dari kandungannya,” ujar Jansen.

Kemudian dikutip dari The Daily Meal, pakar onkologi Dmitri Alden juga menuturkan bahwa kopi sangat bermanfaat bagi kesehatan, namun hanya jika dikonsumsi murni tanpa campuran apapun. Ia bahkan tidak dianjurkan mencampur kopi dengan susu skim, krimer dan gula karena dapat menambah kalori dan lemak. Konsumsi kopi dengan campuran ini terlalu sering bahkan disebut-sebut dapat menimbulkan risiko penyakit lain seperti diabetes.

Jangan Konsumsi Kopi Saat Baru Bangun Tidur

Ahli gizi yang berbasis di Sydney, Australia, Lyndi Cohen mengatakan suatu kebiasaan buruk ketika bangun tidur adalah langsung meraih secangkir kopi. Ia menyarankan untuk menahan diri sebentar.

“Saat Anda bangun tidur, kadang kortisol anda sedang memuncak,” kata Lyndi seperti dilansir dari Daily Mail.

Hormon kortisol atau lebih dikenal dengan hormon stres memang diproduksi lebih banyak saat tubuh mengalami stres secara fisik atau emosional. Namun, hormon ini juga berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dalam tubuh untuk menyediakan energi.

“Kafein memengaruhi produksi kortisol tubuh. Jika minum kopi adalah hal pertama yang anda lakukan saat pagi, tubuh anda memproduksi kortisol lebih sedikit dan anda jadi bergantung dengan kafein untuk mendorong anda jadi berenergi,” jelasnya.

Ia pun menambahkan, mungkin penjelasan ini bisa jadi jawaban bagi mereka yang merasa kecanduan atau perlu minum kopi untuk memulai hari. Lyndi mengatakan waktu yang lebih baik untuk menikmati kopi pada pertengahan pagi, yakni antara pukul 10.00 dan 12.00. Pada waktu ini, hormon kortisol menurun.

Lebih lanjut ia tidak merekomendasikan minum kopi saat malam hari. Pukul 14:00 siang, adalah batas maksimal minum kopi yang ia rekomendasikan.

“Tiap orang punya toleransi berbeda terhadap kafein, tapi demi istirahat malam yang berkualitas, jangan minum kopi enam jam sebelum Anda tidur. Saya merekomendasikan, pukul 14.00 adalah waktu terakhir Anda untuk minum kopi,” imbuh Lyndi.

Tidak Dalam Jumlah Berlebihan

Jansen kembali menyebutkan walaupun kopi memang dapat bermanfaat bagi tubuh, namun apabila dikonsumsi berlebihan malah berdampak buruk bagi kesehatan. Tetap ada aturan porsi untuk konsumsi kopi agar efek positifnya maksimal.

“Saran konsumsi kafein untuk orang dewasa adalah setara 200-300 mg setiap hari atau setara dengan 2 cangkir kopi,” pesan Jansen.

Sebab dari hasil banyak penelitian kopi yang dikonsumsi berlebihan tidak baik sistem pencernaan. Beberapa efek yang ditimbulkan jika Anda minum terlalu banyak kopi di antaranya peningkatan asam lambung, yang kemudian bisa berlanjut pada refluks dan meningkatkan risiko Gastroesophageal reflux disease (GERD).

Alasan lain di balik efek konsumsi kopi berlebihan terhadap kesehatan sistem pencernaan disebutkan juga oleh studi oleh Karolinska Institutet, Swedia, dikutip dari Detik. Kopi disebut-sebut memicu produksi hormon gastrin. Dengan peningkatan produksi hormon ini, produksi asam lambung dan aktivitas pencernaan juga akan meningkat. Perut menjadi cepat dikosongkan hingga akhirnya berujung pada perasaan mulas ingin kencing atau buang air besar. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat