RS Al Irsyad Surabaya

Tanpa Gejala, Kolesterol Tinggi Bisa Berujung Serangan Jantung

Kolesterol sering disebut sebagai “silent killer” karena kondisi tingginya hampir tidak menunjukkan gejala jelas sampai muncul komplikasi serius seperti penyakit jantung atau stroke. Faktanya, kolesterol tinggi bukan hanya masalah orang tua atau berlebih berat badan siapa pun bisa mengalaminya. Pemahaman yang lebih mendalam tentang kolesterol tinggi sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan.

Apa Itu Kolesterol Tinggi?

Kolesterol adalah zat lilin yang ditemukan dalam darah dan diperlukan tubuh untuk membangun sel yang sehat. Namun, saat kadar kolesterol terlalu tinggi, terutama LDL atau kolesterol “jahat”, lemak dapat menumpuk di dinding arteri dan membentuk plak (atherosclerosis). Plak ini dapat menyempitkan atau bahkan menyumbat arteri, sehingga menghambat aliran darah. Jika plak pecah, pembentukan gumpalan dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Menurut Mayo Clinic, kolesterol tinggi sebagian besar dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang bisa dikendalikan maupun yang tidak.

Faktor yang Dapat Dikendalikan:

  • Pola makan tidak sehat, konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan trans, seperti gorengan dan olahan daging.
  • Kurang olahraga, aktivitas fisik membantu tubuh meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
  • Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

Faktor yang Tidak Dapat Dikendalikan:

  • Genetik (keturunan), seperti familial hypercholesterolemia.
  • Usia dan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit ginjal atau gangguan tiroid.

Kolesterol Baik vs Kolesterol Jahat

Kolesterol dalam darah dibawa oleh dua jenis lipoprotein utama:

  • LDL (low-density lipoprotein), sering disebut kolesterol jahat karena cenderung menumpuk di arteri.
  • HDL (high-density lipoprotein), dikenal sebagai kolesterol baik karena membantu mengangkut kelebihan kolesterol kembali ke hati untuk diproses dan dibuang.

Idealnya, kadar LDL yang rendah dan HDL yang lebih tinggi diinginkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung.

Gejala yang Jarang Terlihat

Salah satu fakta penting dari kolesterol tinggi adalah tidak menimbulkan gejala nyata pada banyak orang. Banyak yang baru mengetahuinya saat pemeriksaan darah rutin atau setelah terkena komplikasi serius seperti serangan jantung.

Namun, dalam kasus tertentu, tanda fisik ringan bisa muncul sebelum kondisi serius berkembang, antara lain:

  • Xanthelasma, timbunan kolesterol di kelopak mata.
  • Arcus senilis, cincin putih di sekitar kornea mata yang kadang terlihat pada orang muda.

Meski demikian, gejala-gejala ini tidak selalu muncul dan tidak selalu berarti kadar kolesterol tinggi.

Komplikasi Kolesterol Tinggi

Jika tidak ditangani, kolesterol tinggi dapat berujung pada berbagai komplikasi kesehatan, seperti:

  • Penyakit jantung koroner dan angina.
  • Serangan jantung, akibat sumbatan aliran darah ke jantung.
  • Stroke, apabila pembuluh darah ke otak tersumbat.
  • Penyakit pembuluh darah perifer, mengganggu sirkulasi ke kaki atau tangan.

Deteksi dan Pencegahan

Karena gejala sering minimal atau tidak ada, pemeriksaan darah berkala adalah satu-satunya cara pasti mengetahui kadar kolesterol. Tes kolesterol biasanya mencakup:

  • Total kolesterol
  • LDL
  • HDL
  • Trigliserida jenis lemak lain dalam darah yang juga memengaruhi risiko penyakit jantung.

Untuk mencegah dan menurunkan kolesterol tinggi, langkah utama meliputi:

  • Mengubah pola makan lebih banyak buah, sayur, ikan, dan lemak sehat.
  • Aktivitas fisik teratur setidaknya 30 menit sehari.
  • Berhenti merokok dan batasi alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal.

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter mungkin meresepkan obat penurun kolesterol untuk membantu menurunkan kadar LDL dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang sering dikenal sebagai silent killer, karena hampir tanpa gejala jelas namun berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti serangan jantung dan stroke. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari pola hidup hingga faktor genetik. Pemeriksaan darah berkala, gaya hidup sehat, dan pengelolaan medis yang tepat merupakan kunci pencegahan serta pengendalian kolesterol tinggi.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.