Begini Tanda Tubuh Kekurangan Kalori

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Kalori akan menentukan seberapa banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Saat diet, tubuh harus menghadapi kekurangan kalori. Jika diet terlalu ekstrem, maka tubuh akan sangat kekurangan kalori. Saat itu, Anda harus mengerti ketika tubuh kekurangan kalori dan kembali makan untuk memenuhi kebutuhan kalori harian.

Dalam menjaga berat badan, kalori yang masuk ke dalam tubuh menjadi poin penting. Begitu pula pada orang yang ingin menurunkan berat badan. Terlampau fokus menurunkan kebutuhan kalori dalam diet dapat membuat tubuh Anda kekurangan kalori berlebihan. Padahal, kalori juga dibutuhkan untuk beraktivitas.

“Kalori memberi tenaga pada jaringan tubuh seperti otak, jantung, liver, dan ginjal,” jelas Rachel Pojednic, Ph.D., peneliti dari Harvard Medical School, dikutip dari Detik.

Umumnya pada wanita dewasa, kebutuhan kalori harian mereka sebesar 1.200 kalori. Ini adalah jumlah minimal yang dibutuhkan oleh tubuh dan masih bisa ditoleransi untuk menurunkan berat badan. Jika kalori harian yang masuk ke tubuh kurang dari itu, tubuh akan mengalami malnutrisi dan kehilangan nutrisi-nutrisi penting.

“Dengan 1.200 kalori, mungkin Anda sudah memenuhi syarat untuk menjaga metabolisme tubuh (tetap hidup dan berfungsi). Tapi, Anda akan merasa tidak enak,” lanjutnya.

Di sisi lain, ditambahkan oleh pakar diet Brigitte Zeitlin, R.D., M.P.H., C.D.N, banyak orang mengira dengan memangkas jumlah kalori adalah cara terbaik turunkan berat badan dengan cepat. Sayangnya, diet seperti ini tidak bisa dijalani dalam jangka yang panjang.

Kemudian, mereka pun mengungkap ada beberapa tanda bahwa tubuh sangat kekurangan kalori. Berikut adalah tanda-tandanya.

Tubuh Lemas Seharian

Ketika tubuh merasa lemas, ini adalah tanda awal tubuh kekurangan kalori. Kalori dibutuhkan tubuh karena itu akan didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Otak dan jantung adalah bagian paling penting yang perlu mendapatkan distribusi kalori. Jika kebutuhan dua organ itu terpenuhi dan tidak tersisa lagi untuk lainnya, wajar tubuhpun akan lemas.

“Kalori sebanding dengan energi. Ketika kalori yang masuk terlalu rendah, energi juga akan rendah. Tanpa kalori yang cukup, Anda tidak memiliki cukup energi untuk otot dan membentuk kembali jaringan tubuh ketika bergerak,” pungkas Rachel.

Konstipasi

Sulit buang air besar dapat menjadi tanda tubuh kekurangan kalori. Jika Anda tidak cukup makan dan tidak makan dengan baik, asupan serat untuk tubuh bisa berkurang. Serat penting dalam sistem pencernaan. Serat bisa didapat melalui nasi atau sayuran. Jika kekurangan serat dapat berujung pada kesulitan buang air besar.

Selain itu, kurang makan juga dapat menyebabkan dehidrasi. Kurangnya kalori dan air yang diasup akan semakin menyulitkan tubuh membuang ampas dan racun melalui feses.

Mudah Marah

Kekurangan kalori juga dapat mengganggu kesehatan mental. Mudah marah bisa jadi disebabkan karena tubuh kurang kalori. Kondisi marah ketika kurang makan disebut dengan hanger.

“Orang memiliki keterikatan psikologis dengan makanan karena berbagai macam alasan. Makan bisa memunculkan rasa senang. Ketika Anda tidak makan, maka bisa menciptakan emosi negatif,” terangnya.

Sering Haus

Dengan pembatasan kalori yang ekstrem, tubuh pun sangat mungkin kekurangan elektrolit. Elektrolit ini terdiri dari kalsium, sodium, potassium, dan magnesium. Ketika tubuh kekurangan elektrolit, rasa haus akan dirasakan. Jika ini dibiarkan, maka tubuh dapat mengalami dehidrasi. “Sodium dan potassium dapat menjaga kadar cairan dalam tubuh,” tutur Rachel.

Tanda-tanda tersebut adalah respons tubuh atas kekurangan kalori. Mengurangi kalori memang diperbolehkan, asal dalam tahap yang wajar untuk menurunkan berat badan. Karena, jika berlebihan maka metabolisme akan menurun dan tubuh akan sangat kekurangan kalori. Dengan begitu, Anda akan semakin kesulitan untuk beraktivitas.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat