Talkshow RS Al Irsyad: Cedera Olahraga Pada Lutut

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Cedera olahraga bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja. Sering kali cedera terjadi pada lutut yang dapat menganggu keberlanjutan aktivitas seseorang.

Tema talkshow yang diadakan di FM 93,8 Radio Muslim Surabaya ini disampaikan langsung oleh Dr. dr Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT (K) FICS, selaku Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya pada Kamis sore (24/10).

Menurut dr. Dwikora persentase berdasarkan artikel ilmiah menyebutkan bahwa lutut paling banyak mengalami cedera. Oleh sebab itu, dr Dwikora mengambil tema tersebut agar masyarakat awam mengenal lebih dalam apa penyebab dari cedera pada lutut dan cara penanganannya.

“Dari sisi tindakan, cedera dalam lutut itu sebesar 60 persen dari cedera bagian yang lainnya,” ujar Ketua Arthroplasty dan Sport Injury Center RS Al Irsyad.

Sebagian besar cedera minor seperti luka dan memar akan sembuh dengan sendirinya, namun beberapa cedera tertentu dapat menyebabkan kondisi serius yang dalam jangka panjang dapat mempengaruhi fungsi lutut.

Cedera olahraga terjadi karena beberapa sebab. “Biasanya kurang melakukan pemanasan, trauma akibat gerakan yang sama yang diulang-ulang pada latihan olahraga tertentu. Bisa juga karena fasilitas olahraga seperti sepatu yang kurang tepat atau bahkan terlalu kelelahan namun masih dipaksakan sehingga dapat mengakibatkan cedera,” lanjut dr. Dwikiora.

Salah satu cedera lutut yang sering dialami oleh masyarakat adalah keseleo atau robeknya ligamen silang anterior/anterior cruciate ligament (ACL). Tulang-tulang pada lutut dihubungkan oleh ligamen, yang fungsinya untuk menyatukan tulang dan menjaga agar lutut tetap stabil.

Cedera ACL ini dapat disebabkan oleh perubahan arah gerakan yang mendadak, gerakan yang berhenti secara tiba-tiba, pendaratan yang buruk setelah melompat, atau bertabrakan langsung.

Pemeriksaan Fisik itu Penting

Ketika mengalami cedera, penanganan paling baik yang dianjurkan oleh dr. Dwikora adalah segeralah memeriksakan kepada seorang ahli di bidangya, sebab jika dibiarkan maka orang atau atlet yang mengalami cedera tersebut akan berjalan dan berlari lututnya tidak stabil, kemudian juga akan mengalami kelemahan pada kedua kaki.

“Nah bagaimana kita bisa tahu, memang harus berobat kepada seorang ahli ortopedi kemudian akan diperiksa. Pemeriksaan fisik itu sangat penting, sehingga seorang dokter dididik untuk bisa melakukan pemeriksaan fisik yang benar. Dari situlah akan tahu sebab dan jenis dari cedera tersebut,” jelas dr. Dwikora.

Karena ada beberapa pemeriksaan yang sifatnya spesifik dilakukan. Setelah itu, baru pemeriksaan penunjang, biasanya dengan rontgen dulu, dilihat apakah ada tulang yang tercabut.

Harus sering berhati-hati jika kondisi yang terlihat ketika di foto itu normal, namun belum tentu tidak ada cedera apapun. “Biasanya setelah difoto kemudian terlihat normal itu maka dianggap baik-baik saja, nah di sini terkadang ada kesalahan. Foto itu melihat kelainan-kelainan tulang tidak sampai pada jaringan lunak sehingga perlu pemeriksaan lebih mendalam lagi,” lanjutnya.

Dr. Dwikora menambahkan, untuk mengetahui kelainan yang terjadi pada jaringan lunak, maka perlu pemeriksaan lagi menggunakan MRI. Kemudian baru ditangani melalui 2 tahap terapi, terapi awal dan terapi definitif. Terapi awal bisa disiapkan otot atau sendinya dan bisa dioperasi juga.

“Bisa dilakukan operasi jika rentang gerak sendinya bagus sudah bisa digerakkan lurus sampai menekuk, tidak ada radang, nyeri dan kekuatan otot bagus, maka lalu dikerjakan,” tutupnya.

Untuk itu, bagi masyarakat yang sedang mengeluhkan sakit pada lututnya segeralah melakukan pemeriksaan. Di RS Al Irsyad Surabaya kini sudah ada klinik ortopedi atau pusat arthoplasty dan sport injury center yang akan melayani masyarakat dengan fasilitas lengkap. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat