Tak Hanya Positif-Negatif, Mengenal CT Value dalam Tes COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Di kalangan pasien maupun penyintas COVID-19, dibanding sekadar mengetahui status positif atau negatif, istilah CT Value pun kerap diperhatikan. Apa itu yang dimaksud CT Value?

Beberapa laboratorium tak hanya memberikan hasil tes PCR dengan pernyataan positif atau negatif saja, tetapi juga dengan menambahkan keterangan nilai CT value ini.

Cycle Threshold Value atau yang kerap disebut CT Value merupakan nilai yang menggambarkan berapa banyak amplifikasi atau nilai yang didapat dalam pemeriksaan COVID-19  dengan pemeriksaan real-time reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).

RT-PCR sendiri merupakan tes COVID-19 yang paling akurat sehingga direkomendasikan untuk mengidentifikasi infeksi virus corona. Dan nilai pada CT value, bisa menggambarkan banyaknya partikel virus yang ada di dalam rongga pernapasan seseorang.

Meski tidak berhubungan secara langsung, CT Value pun digunakan menggambarkan banyaknya partikel virus pada pasien penderita Covid-19. Karenanya, CT Value kerap dipakai untuk menggambarkan risiko penularan maupun tingkat keparahan gejala.

Dalam tes RT PCR, petugas kesehatan akan mengambil cairan dari tenggorok dan hidung seseorang. Selanjutnya, sampel dimasukkan ke tabung khusus untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Pada tahap berikutnya, sampel diekstraksi menggunakan kit tertentu agar dapat mengeluarkan materi virus yang disasar.

Selanjutnya, materi genetik diperbanyak (amplifikasi) menggunakan mesin real time PCR. Proses tersebut bisa dilakukan sampai sekitar 40 siklus. Mesin real time PCR memakai floresens sehingga tiap kali diperbanyak, terbentuklah sinyal floresens. Jumlah sinyal floresens yang terbentuk itu berbanding lurus dengan amplifikasi yang terjadi.

Dalam edaran Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) disebutkan, hasil pemeriksaan real time PCR dinyatakan positif bila terdapat akumulasi sinyal fluoresens.

CT value merupakan jumlah siklus yang diperlukan hingga sinyal fluoresens melampaui atau melewati ambang (threshold). Nilai CT berbanding terbalik secara proporsional dengan jumlah asam nukleat target pada sampel. Semakin rendah nilai CT, makin tinggi jumlah asam nukleat target.

Sederhananya, makin tinggi CT Value, maka semakin sedikit material genetik virus yang ada di dalam sampel. Walau tidak sepenuhnya tepat, beberapa orang menganggap makin tinggi nilai CT Value, maka makin rendah kemungkinan menularkan virus.

Pada umumnya, batas ambang nilai CT adalah 40, dengan interpretasi sebagai berikut:

  • nilai Ct <29: positif kuat, yakni ada target asam nukleat dalam jumlah banyak.
  • nilai Ct 29 – 37: positif, yakni ada target asam nukleat dalam jumlah sedang.
  • nilai Ct 38 – 40: positif lemah, yakni target asam nukleat dalam jumlah sedikit, dan ada kemungkinan kontaminasi yang berasal dari lingkungan.

Namun demikian, menurut pernyataan PAMKI, beberapa kit reagen mencantumkan threshold yang berlainan, misalnya 41, 35, atau 38. Itu sebabnya, interpretasi hasil PCR harus disesuaikan kembali.

Beberapa studi membuktikan, ada hubungan antara infektivitas viral load dengan nilai CT swab test. Salah satunya yang dilakukan Bullard, J. dkk pada 2020. Kesimpulannya, pasien tidak infeksius lagi pada hasil real time PCR dengan nilai Ct ≥24.

Studi lainnya dilakukan Bordon, dkk tahun 2020. Dia mengungkapkan, nilai CT 38 dan sudah 29 hari sejak mendapat hasil PCR positif, dinyatakan sudah tidak bisa menularkan lagi.

Namun, nilai CT yang tinggi juga tak serta merta menunjukkan pasien COVID-19 tidak lagi infeksius. Perlu disesuaikan dengan pemeriksaan fisik dan kondisi klinis pasien. Untuk itu,  nilai CT swab test adalah data yang penting bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk mengambil keputusan. Akan tetapi, angka tersebut belum bisa dijadikan satu-satunya indikator.

Untuk informasi pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916.

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat