Tak Hanya Demam Berdarah, Ini Akibat Lain Trombosit Menurun

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Ketika demam berdarah, kita sering mendengar bahwa angka trombosit dalam darah dapat menurun. Padahal, selain demam berdarah, ada akibat lain yang menyebabkan trombosit menurun.

Trombosit menjadi komponen yang tak kalah penting dalam darah. Menurut dr. Sarah Picadela, Sp.OG, trombosit berfungsi memperbaiki pembuluh darah yang rusak. “Trombosit itu keping darah yang fungsinya memperbaiki pembuluh darah yang rusak atau pecah,” tuturnya dikutip dalam Medcom.

Pada orang yang sehat, jumlah trombosit normalnya di kisaran 140.000 sampai 450.000 per mikroliter (mcL) darah. Jika dalam hasil tes seseorang angka trombosit ditemukan pada rentang di bawah 100.000 per mcL, maka menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ini dapat digunakan sebagai indikator seseorang terinfeksi virus Dengue.

Di sisi lain, untuk memastikan hal tersebut, dr. Arifianto, Sp.A, dan dr. Nurul I. Hariadi, FAAP dalam buku berjudul Berteman dengan Demam (2017) menyebut, selain trombosit juga perlu memeriksa kenaikan hematokrit. Peningkatan kadar hematokrit inilah yang bisa menjadi indikasi keparahan demam berdarah.

Kemudian, bersamaan dengan eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih), ketiga komponen darah ini memiliki peran yang sangat penting. Namun, ada kalanya angka trombosit dalam darah sedikit, tak selalu karena demam berdarah.

“Trombo-trombo ini melekat pada pembuluh yang rusak. Hingga pembuluh tersebut menutup lagi dan tak ada kebocoran yang dapat mengakibatkan pendarahan,” lanjut keterangan dalam buku.

Lebih lanjut, dr. Sarah pun memaparkan bahwa menurunnya trombosit ini tak semata-mata hanya karena demam berdarah.

Zat Kimia

Konsumsi obat-obatan kimia berlebihan selain dapat mengganggu kinerja organ, juga dapat mengganggu produksi trombosit.

“Obat-obat dengan zat kimia yang berbahaya dapat mengganggu produksi trombosit dalam tubuh,” katanya.

Kurang Gizi

Mengalami malnutrisi atau kurang gizi juga dapat menghambat produksi trombosit dalam darah. Karena, gizi atau nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat menjadi bahan bakar untuk produksi trombosit.

“Karena kurang gizi, badan jadi tidak punya bahan baku untuk produksi trombosit,” imbuh dr. Sarah.

Kurang Vitamin

Meski terlihat makan secara normal, namun jika makanan yang dikonsumsi mengandung sedikit vitamin, hal ini juga dapat menghambat produksi trombosit dalam tubuh. Karena, menurut dr. Sarah, vitamin juga menjadi mikroelemen penting dalam produksi trombosit dalam tubuh.

Gangguan Pencernaan

Kurangnya trombosit juga bisa dikarenakan adanya gangguan pencernaan atau kinerja organ yang menyebabkan susah menyerap nutrisi tertentu.

“Bisa karena ada gangguan pencernaan. Jadi, makanan yang kita makan tidak bisa kita serap secara maksimal sehingga tubuh kekurangan bahan baku untuk produksi trombosit,” lanjutnya.

Memang, kekurangan trombosit tidak akan menyebabkan pada kematian secara langsung. Namun, kurangnya trombosit dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan mengalami penyakit lain.

“Memang efeknya tidak signifikan. Pembuluh darah hanya mudah pecah jika kurang trombosit. Jadi, kena apa-apa gampang biru,” pungkasnya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat