Tak Ada Obatnya, Deteksi Dini Penting Cegah Penyakit Ginjal Kronik

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Penderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di Indonesia terus meningkat. Kondisi tersebut dapat semakin parah dan berujung pada kegagalan fungsi ginjal. Maka dari itu, pemeriksaan rutin harus dilakukan agar pengobatan sedini mungkin dapat dilakukan.

Sampai hari ini, belum ada satu cara yang bisa mengembalikan fungsi ginjal ke keadaan semula. Atas dasar itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga kesehatan ginjal sedini mungkin.

Disebutkan oleh dr. Artaria Tjempakasari, Sp.PD-KGH, Dokter Spesialis Ginjal RS Al Irsyad Surabaya, gagal ginjal kronik dapat diperparah dengan penyakit diabetes dan hipertensi.

Sisanya, terbagi melalui penyakit peradangan ginjal, batu ginjal, penyakit autoimun, dan penyakit bawaan sejak lahir dimana ginjalnya terdapat banyak kista.

Hampir seluruh pasien gagal ginjal di Indonesia pun datang dengan kondisi yang cukup parah. Sehingga pasien-pasien tersebut harus mendapatkan tindakan cuci darah (hemodialisis) atau cuci perut (peritoneal dialisis).

“Penyakit ini memang minim gejala. Namun tanpa sadar, ketika sudah di stadium akhir, fungsi ginjal mengalami penurunan fungsi drastis. Lama kelamaan, kita akan bergantung pada hemodialisa,” terangnya.

Oleh karenanya, dibutuhkan pencegahan sedini mungkin agar penyakit ginjal tidak bersifat progresif. Pun, kalau sudah ada penyakit bawaan seperti diabetes mellitus, maka orang tersebut harus mengendalikan gula darah dan tekanan darahnya. Oleh karena itu, diperlukan bantuan medis untuk mencari tahu penyebab penyakit ginjal agar situasi bisa dikendalikan.

“Sehingga hal ini dapat mencegah progresifitas kerusakan ginjal. Misal stadiumnya dua dengan kreatinin 1,9, atau 2. Itu jika pasien ada kencing manis (diabetes), maka kencing manisnya harus diobati dengan baik, sampai gula darahnya itu kurang dari 200,” jelasnya.

Sementara jika penyebabnya adalah karena hipertensi, maka harus dikendalikan tensinya dan kalau bisa harus kurang dari 130/90. Pasien juga harus berhenti merokok agar laju progresifitas penyakit ginjal bisa ditekan. Tak lupa, perbanyak makan buah dan sayur-sayuran.

Sampai hari ini, belum ada satupun cara atau obat yang bisa mengembalikan fungsi ginjal kembali sebagaimana sebelum adanya penyakit. Menjadikan fungsi normal ginjal sangat sulit, dan bahkan tidak memungkinkan. Karenanya, perhatikan kesehatan ginjal Anda.

Konsultasikan kesehatan ginjal Anda dengan dr. Artaria Tjempakasari, Sp.PD-KGH setiap Senin dan Rabu pukul 15.00 – 16.00 untuk jadwal NonBPJS dan pukul 16.30 – 18.00 untuk jadwal BPJS. Informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat