Suhu Dingin Picu Timbulnya Penyakit

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Beberapa minggu belakangan ini, suhu dingin melanda sebagian besar wilayah di Pulau Jawa. Penurunan suhu tersebut rupanya bisa berdampak dalam tubuh, bahkan memicu timbulnya penyakit.

Mengutip dari bbc.com, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R. Prabowo menyebut fenomena ini dipengaruhi aliran massa udara dingin dan kering dari Australia yang dikenal dengan aliran monsun dingin.

Wilayah yang akan terekspos monsun Australia, katanya, adalah bagian selatan Indonesia, seperti Jawa, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. “Kondisi udara yang relatif lebih dingin, terutama pada malam hari dapat dirasakan lebih signifikan di wilayah dataran tinggi atau pegunungan,” ujarnya.

Mulyono juga mengatakan bahwa fenomena ini normal dan rutin terjadi di musim kemarau. Saat kemarau, udara sangat sedikit tertutup oleh awan dan saat siang permukaan tanah mendapat radiasi panas yang cukup banyak. Akibatnya, di siang hari, suhu dapat menjadi sangat panas.

“Namun saat malam hari, bumi bergantian melepaskan panas (ke atmosfer). Kondisi demikian menyebabkan suhu di permukaan menjadi turun,” ujar Mulyono.

Turunnya suhu udara lebih dingin ini membuat kita lebih rentan terhadap beberapa penyakit. Menurut dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD, dikutip dari kompas.com, ada dua penyakit yang bisa timbul, yakni penyakit kronis yang sudah ada sebelumnya lebih rentan mengalami kekambuhan. “Misalnya saja asma, pilek alergi, sinusitis serta alergi kulit karena udara dingin,” katanya.

Penyakit lain yang bisa timbul langsung akibat udara dingin antara lain kulit menjadi kering, kulit telapak kaki menjadi pecah-pecah, timbul pecah-pecah pada bibir dan kadang kala timbul mimisan. Jika paparan udara dingin terus berlangsung akan terjadi penurunan suhu tubuh (hipotermia). 

“Perubahan cuaca yang ekstrim ini akan berpengaruh pada daya tahan tubuh. Jadi lebih mudah terserang penyakit infeksi virus atau bakteri umumnya berupa infeksi saluran pernafasan atas,” kata dokter yang menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Indonesia ini. 

Ia mengatakan, kelompok masyarakat yang beresiko tinggi gangguan kesehatan karena cuaca dingin adalah orang usia lanjut, anak-anak, dan balita. 

“Tiada lain untuk mensiati udara dingin kita harus menutupi badan kita agar udara dingin yang menyengat tidak langsung kontak dengan kulit kita,” katanya.

 Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan untuk mencegah dehidrasi. Saat udara dingin seseorang cenderung merasa tidak haus sehingga asupan cairan bisa berkurang. Selain itu, minumlah minuman hangat, baik bagi tubuh dikala suhu dingin. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat