Sering Terlambat Makan, Berbahaya Bagi Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Aktivitas yang kian sibuk seringkali membuat seseorang melupakan rasa lapar. Akibatnya, makan jadi tidak teratur, makan sering terlambat. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan, akan membahayakan kesehatan.

Hal ini karena, tubuh memerlukan asupan energi untuk digunakan sebagai bahan bakar selama beraktifitas. Makanan adalah bahan bakarnya. Hal ini sama halnya dengan mesin yang memerlukan bensin atau solar agar bisa beroperasi. Jika kekurangan atau terlalu sedikit, mesin saja akan terlalu panas dan kelamaan akan memicu kerusakan komponen mesin.

Begitulah tubuh jika kekurangan asupan bahan bakar maka cepat atau lambat salah satu komponen tubuh akan mengalami kerusakan. Dikutip dari hellosehat, berikut dampak bagi tubuh jika seseorang sering mengabaikan waktu makan.

Gampang Lelah

Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Evelyn Tribole dengan judul Eating on the Run disebutkan bahwa dalam jangka waktu 4-6 jam sejak seseorang mengonsumsi makanan terakhirnya, asupan glukosa pada otak akan mulai terganggu. Ketika pasokan glukosa pada otak rendah, tentunya tubuh akan menjadi kurang efisien dalam menjalankan fungsi normalnya,

Akibatnya, gula darah rendah tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja tubuh dan otak termasuk memori dan kinerja fisik yang semakin melemah. Selanjutnya seseorang yang kekurangan kadar glukosa tersebut akan sering terlihat murung, sering merasa kelelahan, lemah, lesu, serta cepat marah.

Tukak Lambung

Ketika seseorang terlambat makan, asam lambung akan naik dan mencerna dinding lambung sehingga melukai mukosa lambung. Hal ini menyebabkan seseorang akan merasakan nyeri hebat yang menjalar hingga ke ulu hati setelah ia makan.

Sejalan dengan itu, dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Journal of the American Medical Assosiation menyebutkan bahwa stress akibat terlambat makan memberikan kontribusi yang sangat besar untuk meningkatkan kadar asam duodenum atau usus 12 jari, yang kemudian akan memperparah kondisi tukak lambung.

Untuk menghindari dampak-dampak negatif dari kebiasaan terlambat makan, tentunya setiap orang disarankan agar menyempatkan waktunya untuk makan di sela-sela kesibukkannya dalam bekerja atau aktifitas yang lain.

Selain itu, cobalah untuk mengelola stress dengan baik karena stress dianggap sebagai salah satu faktor seseorang lupa atau malas makan. Seperti diungkapkan oleh Georgetown University Health Education Service bahwa ketika seseorang mengalami stress, tubuh akan merespon secara alami untuk melawan stress seperti lupa makan, sakit kepala, cemas dan kram perut.

Bila Anda merasakan gangguan kesehatan, silakan berkonsultasi pada dokter-dokter spesialis kami di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya, salah satu rumah sakit terbaik kota pahlawan. (nsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat