Selain Flu, Kenali juga Penyakit Rhinitis

Umumnya orang yang mengalami pilek atau hidung tersumbat terindikasi terserang flu. Selain flu, ternyata rhinitis juga memiliki gejala yang sama. Lalu apa itu rhinitis? Mari kita simak ulasannya.

Rhinitis adalah peradangan atau iritasi di lapisan dalam hidung, yang ditandai dengan gejala berupa pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Dilihat dari rhinitis terbagi atas dua macam, yakni rhinitis alergi dan rhinitis non-alergi.

Rhinitis yang terjadi akibat peradangan yang disebabkan infeksi kuman atau zat pencetus alergi (alergen) yang terhirup saat bernapas disebut sebagai rhinitis alergi. Rhinitis ini, dijelaskan oleh dr. Syarwani, selaku Dokter Umum RS Al Irsyad, adalah rhinitis di mana jika penderita dapat langsung mengobati dengan anti alergi, maka alergi dapat langsung hilang.

Sedangkan rhinitis non-alergi sendiri termasuk rhinitis virus akut yang dapat disebabkan oleh berbagai virus, biasanya flu biasa, bersin kronis, atau hidung tersumbat tanpa penyebab yang jelas.

Gejala rhinitis non-alergi sama dengan gejala rinitis alergi, tetapi tidak ada bukti umum dari reaksi alergi, seperti terdiri dari hidung berair, bersin, kemacetan, postnasal drip (dahak di tenggorokan), batuk, dan demam ringan. 

Seseorang dapat mengalami rhinitis kronis yang merupakan perpanjangan rhinitis yang disebabkan oleh peradangan atau infeksi virus. Rhinitis kronis ini berbahaya, “Karena dapat menyebabkan seseorang menderita polip karena keadaan hidung yang bengkak atau bisa terkena adenoid. Hal ini tentunya akan mengganggu pernapasan,” papar dr. Syarwani.

“Jika terjadi pada anak yang masih dalam masa pertumbuhan, maka keadaan ini dapat menghambat prestasinya di sekolah akibat kekurangan oksigen karena hidung yang sering buntu,” tambahnya.

Polip hidung dipicu oleh infeksi pada jaringan mukosa hidung. Mukosa adalah lapisan tipis dan basah yang membantu melindungi hidung dan melembapkan udara yang dihirup. Jika terjadi infeksi atau alergi, maka mukosa pada hidung akan membengkak dan merah karena peradangan. 

Oleh karena itu, polip hidung terbentuk karena mukosa hidung mengalami iritasi dan peradangan yang berkepanjangan yang salah satunya berakibat dari penderita yang mengidap rhinitis kronis. 

Polip hidung yang tergolong sebagai tumor jinak. Jika tindakan memberikan obat-obatan, seperti kortikosteroid tetes hidung atau oral, obat antialergi, dan antibiotik telah dilakukan dan polip hidung tidak memberikan hasil yang diharapkan, maka prosedur operasi pengangkatan polip mungkin akan menjadi pilihan.

Untuk itu, selanjutnya penanganan ini perlu dikonsultasikan dengan dokter THT agar proses pernapasan penderita dapat kembali normal (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat