Selain DBD, Ini Beberapa Penyakit yang Rentan Menyerang Kala Musim Hujan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Hujan yang semakin sering turun membuat daya tahan tubuh harus menyesuaikan diri. Karena, penyakit yang menyerang kala musim kemarau dan hujan berbeda. Selain demam berdarah, ada beberapa penyakit lain yang perlu diwaspadai ketika hujan tiba.

Demam berdarah menjadi penyakit mematikan yang angka kematiannya bisa melonjak tajam ketika musim hujan datang. Di Indonesia sendiri, data dari Kementerian Kesehatan RI dari Januari hingga 11 Maret 2020 melaporkan, terdapat 17.820 kasus demam berdarah dengue (DBD).

“Dibandingkan tahun lalu, pada tanggal yang sama sudah sampai 160 ribu kasus dengan angka kematian hingga 10 ribu kasus. Kalau kita lihat angka sekarang, masih jauh di bawah tahun lalu,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Zoonotik Kemenkes RI, dikutip dari Kompas.

Sementara itu, selain DBD, masih ada beberapa penyakit lain yang mengintai kala musim hujan. Berikut adalah penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai.

Flu

Flu menjadi penyakit yang juga sering menyerang orang dengan daya tahan tubuh rendah ketika musim hujan. Penyakit ini dapat disebabkan oleh virus influenza A, B, ataupun C. Dan penularan penyakit ini melalui batuk, bersin, atau kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi virus.

“Influenza itu sebenarnya berbahaya. Dapat mengancam nyawa dan berpotensi menjadi wabah karena penularannya sangat cepat. Bahaya kalau sampai komplikasi,” jelas Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD, Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, dilansir dari Kompas.

Malaria

Malaria juga penyakit yang turut mengintai saat musim hujan tiba. Meski tidak setinggi kasus DBD, penyakit ini juga perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium yang dibawa nyamuk Anopheles.

Untuk mengurangi risiko penularan, maka pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan. Karena, menurut Kepala Dinkes Lebak, Maman Sukirman, gerakan ini jauh lebih efektif daripada hanya melakukan fogging.

Leptospirosis

Penyakit ini juga salah satu penyakit yang tergolong zoonosis. Bakteri dari genus leptospira salah satu penyebab penyakit ini. Bakteri ini dapat ditularkan melalui urin hewan yang terinfeksi, dan mukosa atau kulit hewan yang tidak utuh. Infeksinya dapat terjadi melalui kontak langsung ataupun kontak dengan tanah dan air yang terkontaminasi bakteri ini.

Gejala penyakit ini meliputi nyeri otot hebat, demam, gangguan ginjal, meningitis limfositik, konjungtivitis, ruam kulit, hingga terdapat darah, protein ataupun bilirubin pada urin penderita.

Penyakit ini umumnya terjadi pada daerah tropis seperti Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa kondisi ini mempengaruhi 10 atau lebih dari 100 ribu orang tiap tahunnya.

Saat musim hujan, air sering menggenangi beberapa daerah di Indonesia. Tanpa kita sadari, genangan air tersebut dimungkinkan membawa bakteri leptospira ini. Maka dari itu, disarankan untuk menjalankan gaya hidup sehat dan bersih untuk mengurangi risiko penularan penyakit di atas. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat