Sariawan Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Kanker Mulut

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kanker yang terbentuk di rongga mulut bisa ditandai oleh pertumbuhan jaringan atau sariawan di rongga mulut yang tak kunjung sembuh.

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkontrol yang menginvasi dan merusak jaringan sekitarnya. Sementara kanker mulut, sebagaimana jenis penyakit kanker lainnya, juga tidak layak disepelekan karena bisa menimbulkan kematian.

Kasus kematian pada kanker mulut sendiri sering disebabkan karena terlambat dikenali atau terdiagnosis. Hal ini membuat deteksi dini kanker rongga mulut menjadi sangat penting untuk dapat mengurangi angka mortalitas dan morbiditas.

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker mulut. Faktor-faktor tersebut, sebagaimana dirangkum dari Mayo Clinic di antaranya, yakni penggunaan tembakau dalam bentuk apa pun, termasuk rokok, cerutu, maupun tembakau kunyah.

Selain itu, konsumsi alkohol berat, paparan sinar matahari yang berlebihan ke bibir, infeksi virus menular seksual human papillomavirus (HPV), sistem kekebalan yang melemah, riwayat keluarga dengan kanker mulut, memiliki riwayat kanker sebelumnya, hingga pola makan tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker mulut.

Ciri Lesi Gejala Kanker Mulut

Kanker mulut berkembang dari lesi prakanker. Lesi merupakan istilah medis untuk merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh, termasuk bisa terjadi di mulut. Apabila lesi prakanker rongga mulut itu dapat ditemukan dan ditata laksana sedini mungkin, maka perkembangannya menjadi kanker mulut dapat dicegah.

Sebagian besar lesi prakanker mulut itu dapat terdeteksi pada pemeriksaan rutin rongga mulut. Lesi prakanker rongga mulut, seperti dirangkum Health Line, dapat ditemukan dalam berbagai tampilan, seperti lesi putih, lesi merah, kombinasi lesi putih dan merah (erythroleukoplakia), serta lesi ulserasi.

Lesi putih (leukoplakia) memiliki gambaran berupa plak putih tanpa disertai striae (muncul garis beruntai pada kulit), tidak bilateral, dan tidak hilang saat diseka. Sementara, lesi merah (eritroplakia) memiliki gambaran berupa area kemerahan pada mukosa rongga mulut, tidak disertai striae, tidak bilateral, tidak multifokal.

Sedangkan, lesi ulserasi atau yang biasa disebut sariawan memiliki banyak penyebab, tapi terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan kewaspadaan dokter untuk mencurigai lesi ulserasi rongga mulut sebagai suatu keganasan.

Lesi ulserasi rongga mulut perlu diwaspadai sebagai suatu keganasan apabila ulser tersebut timbul di lokasi yang dianggap risiko tinggi, seperti ventral dan lateral lidah, dasar mulut, dan bibir bawah.  Tidak sembuh lebih dari tiga minggu Tidak ditemukan adanya faktor lokal Sistemik yang bisa memicu timbulnya ulser (luka dalam jaringan epitel) Memiliki indurasi dengan tepi ulser yang meninggi dan menebal Apabila ulser muncul di lokasi yang sebelumnya terdiagnosis lesi prakanker.

Anda juga dapat secara rutin melakukan pemeriksaan rongga mulut sendiri untuk melihat ada atau tidaknya perubahan warna, bentuk, tekstur dan konsistensi organ di dalam rongga mulut. Di Indonesia, periksa rongga mulut sendiri diserukan dengan istilah atau singkatan SAMURI.

Cara melakukan SAMURI adalah dengan melihat rongga mulut di depan kaca untuk menelisik ada tidaknya kelainan, perubahan warna, serta bentuk atau ukuran. Kemudian, raba dan rasakan rongga mulut dengan telunjuk tangan untuk merasakan ada tidaknya perubahan tekstur dan konsistensi.

Apabila pada pemeriksaan rutin ini ditemukan adanya perubahan, Anda dapat segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan apakah perubahan tersebut merupakan suatu lesi prakanker, lesi ganas, atau bahkan bukan keduanya.

Informasi pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat