Sakit, Penggugur Dosa Penderitanya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Sakit seringkali membuat penderitanya lemah tak berdaya, menguras tenaga dan tentu saja biaya. Namun bagi seorang muslim, sakit adalah kasih saying Allah ta’ala kepada hambaNya. Sakit adalah momentum penggugur dosa.

Dikatakan oleh Hasan Basri Tanjung, Ketua Yayasan Dinamika Ummat dalam Republika, sakit bisa dilihat dengan dua sudut pandang. Pertama, sakit sebagai ujian dan sakit sebagai teguran.

“Kita harus melihat sakit sebagai ujian dan kesempatan untuk memperbaiki diri,” ungkapnya. Jika disikapi sebagai ujian, sakit bisa menjadi bagian untuk meningkatkan derajat ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kemudian, ia menjelaskan, setiap perilaku dan perbuatan yang dilakukan akan selalu ada konsekuensinya, baik negatif maupun positif. Perilaku buruk biasanya mendapatkan teguran dari Allah. Jika sesama manusia sudah tidak bisa menegurnya, maka Allah pun turut turun tangan menegur.

Sakit yang terjadi pada seseorang bisa terjadi karena kedzaliman diri sendiri. Dicontohkan oleh Dosen Universitas Djuanda Bogor tersebut, pada orang yang memakan makanan yang berbahaya. Orang tersebut tahu jika makanan tersebut berbahaya dan berpengaruh pada kesehatan. Ini bisa diartikan bahwa orang tersebut mendzalimi tubuhnya sendiri.

“Sakit bisa karena diri sendiri yang melakukan kedzaliman,” tuturnya. Sakit yang terjadi pada seorang muslim harus disikapi dengan bijak dan berprasangka baik kepada Allah. Jadikan sakit sebagai sarana memperbaiki diri.

Allah selalu menurunkan suatu penyakit bersamaan dengan obatnya. Seperti dalam hadits riwayat Bukhari yang bunyinya, “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” Maka dari itu, sebagai seorang muslim wajib menyikapi datangnya penyakit dengan berprasangka baik pada Allah.

Sakit untuk Menggugurkan Dosa

Sementara itu, dikatakan kembali oleh Hasan, jika seorang yang sakit telah mencoba berbagai cara namun masih belum pulih juga, ada baiknya orang tersebut menganggap sakit yang diderita adalah penggugur dosa-dosanya.

Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari juga berbunyi, “Setiap muslim yang terkena penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”

Oleh sebab itu, berprasangka baik pada Allah atas penyakit yang sedang diderita wajib bagi seorang muslim.

Bahkan, Ustadz Abdul Somad, Lc, MA, ustadz kondang di Indonesia juga berpendapat yang sama seperti dalam video ceramahnya di YouTube. “Jika ada orang sakit, susah hati, gundah gulana, galau, kacau pikiran, kakinya tertusuk duri, maka Allah hapuskan dosa-dosanya di masa yang lalu,” terangnya.

Karenanya, muslim harus menyikapi sakit dengan bijak. Ber-khuznudzan  pada Allah dan terus menggunakan waktu sakit sebagai sarana memperbaiki diri. Dengan begitu, muslim tak perlu takut akan penyakit, karena Allah pasti menurunkan penyakit, juga menurunkan penawarnya.

Konsultasikan berbagai permasalahan kesehatan Anda pada dokter-dokter terbaik yang ada di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya. In syaa Allah, kami akan siap membantu berbagai keluhan Anda.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat