RS Al Irsyad Berikan Edukasi Pasien untuk Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Stroke

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Dalam memperingati Hari Stroke Sedunia, RS Al Irsyad ikut memeriahkan momen tersebut. RS Al Irsyad memeriahkan dengan memberikan edukasi pada para pasien RS. Edukasi tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit stroke.

Edukasi tersebut dilakukan di ruang lobby poli spesialis gedung lama RS Al Irsyad. Acara tersebut cukup mengundang antusias pasien dan memenuhi ruang lobby.

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati. Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.

Stroke adalah kondisi gawat darurat yang perlu ditangani secepatnya, karena sel otak dapat mati hanya dalam hitungan menit. Tindakan penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan tingkat kerusakan otak dan mencegah kemungkinan munculnya komplikasi.

“Stroke ini berpotensi mengancam nyawa lebih cepat. Bukan cuma menyumbat di otak, jika menyumbat di jantung juga bisa digolongkan serangan stroke,” kata dr. Euginia Putri Permatasari Poerwadi, Sp.S, Spesialis Saraf RS Al Irsyad.

Dengan potensi yang cepat dalam menghilangkan nyawa, maka kita perlu belajar dan mengenal gejala-gejala stroke itu. Menurut dokter yang kerap disapa dr. Nonik itu, gejala stroke sebagai berikut:

  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala hebat yang datang secara tiba-tiba, disertai kaku pada leher dan pusing berputar (vertigo).
  • Penurunan kesadaran.
  • Sulit menelan (disfagia), sehingga mengakibatkan tersedak.
  • Gangguan pada keseimbangan dan koordinasi.
  • Hilangnya penglihatan secara tiba-tiba atau penglihatan ganda.

“Namun, tidak selalu gejalanya seperti itu ya. Makanya, kita perlu check up rutin untuk mencegah dan menangani jika ditemukan tanda-tanda stroke,” imbuhnya.

Kemudian, menurutnya, penyebab stroke cukup beragam. Namun, yang paling sering ditemukannya adalah karena lalai terhadap gaya hidup. Banyak pasiennya yang sudah kelebihan berat badan bahkan obesitas, masih sembarangan dalam menjalani gaya hidupnya.

Ketika itu, ia melakukan diagnosa terhadap pasien tersebut dengan menyentuh beberapa bagian tubuh. Pada beberapa titik, pasien tersebut merasakan mati rasa di area yang disentuh. Saat itu pula, dr. Nonik menyarankan agar pasien melakukan check up untuk membantu penegakkan diagnosa.

“Ternyata benar, ketika hasil check up-nya keluar, ada tanda-tanda stroke. Setelah diagnosa ditegakkan, maka kami langsung memberikan penanganan terhadap pasien itu,” pungkasnya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat