Ramai Cara Deteksi Jantung dengan Air Es, Begini Penjelasannya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Beberapa hari terakhir, viral cara deteksi penyakit jantung dengan menggunakan air es di media sosial. Metode mendeteksi kesehatan jantung ini dilakukan dengan cara merendam jari tangan ke dalam air es. Namun, benarkah cara deteksi tersebut akurat?


Deteksi kesehatan jantung dengan air es yang beredar luas di media sosial ini dilakukan dengan cara menyiapkan air dan es batu, lalu merendam jari tangan ke dalam air es  selama 30 detik. Kemudian, perhatikan perubahan yang terjadi pada jari tangan.

Jika jari tangan memerah, maka jantung disebut dalam keadaan sehat. Sebaliknya, jika jari tangan pucat atau membiru, artinya terdapat terdapat masalah pada jantung.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyatakan cara deteksi jantung dengan air es tidak dapat menentukan masalah yang dialami oleh jantung atau pembuluh darah, dan pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui masalah yang benar-benar terjadi.

“Pemeriksaan ini kurang akurat. Untuk pemeriksaan awal boleh-boleh saja. Tapi, untuk menentukan bagian atau persoalan apa terjadi perlu pemeriksaan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah atau SpJP. Pembuluh darah masuk dalam kompetensi dokter jantung,” kata Ketua Departemen Informasi Komunikasi dan Pengabdian Masyarakat PP PERKI dr. Sony Hilal seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (26/12).

Penjelasan Deteksi Jantung dengan Air Es

Saat memasukkan tangan ke dalam air dingin, Sony menjelaskan, reaksi pembuluh darah akan menyempit atau diameternya mengecil. Sehingga kondisi ini membuat darah yang sampai ke jari tangan menurun. Inilah alasan jari tangan pucat atau keriput saat di dalam air.

Ketika tangan diangkat dari air es, maka pembuluh darah kemudian akan berusaha untuk menghangatkan tubuh dengan melebarkan pembuluh darah, sehingga darah akan kembali menuju jari-jari tangan. Untuk itu, reaksi normal setelah tangan diangkat dari air es ini adalah tangan akan memerah.

Namun, apabila jari tangan tidak memerah, artinya tidak terjadi proses penghangatan dan diameter pembuluh darah tidak melebar, “Kalau tidak bereaksi seperti itu, tidak ada usaha menghangatkan tubuh, dianggap punya gangguan pada jantung atau pembuluh darah,” tutur Sony yang merupakan spesialis jantung di RS Universitas Indonesia.

Sejumlah Kemungkinan Masalah Dapat Terjadi

Dengan upaya deteksi jantung menggunakan air es ini, diungkapkan Sony, terdapat sejumlah kemungkinan masalah yang dapat terjadi. Pertama, selain jantung memiliki gangguan sehingga tak bisa atau lambat memompa darah ke seluruh tubuh, kemungkinan berikutnya adalah, bisa jadi jantung normal, namun terdapat gangguan lokal pada pembuluh darah yang menghambat darah sampai ke ujung jari.

Karenanya, untuk mengetahui kemungkinan pasti, perlu pemeriksaan lebih lanjut ke dokter. Sony menyebut dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memegang tangan dan kaki pasien. Dokter dapat pula melakukan pemeriksaan EKG dan Echocardiografi atau USG jantung.

Selain cara deteksi jantung dengan air es, gangguan pada jantung pun juga dapat diketahui dengan melihat tanda atau gejala yang muncul pada tubuh.

Tanda dan gejala itu meliputi sesak napas saat melakukan aktivitas fisik, dada yang terasa sakit saat berbaring, salah satu kaki bengkak, nyeri dada seperti ditindih, dan berdebar lebih dari 150 denyut dalam satu menit.

dr. Diah Rachmaniah, Sp.JP-FIHA, dokter spesialis jantung RSI Al Irsyad Surabaya pun menyarankan untuk melakukan deteksi pemeriksaan jantung secara rutin minimal enam bulan sekali, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko tinggi penyakit jantung.

“Seperti adanya keturunan, pola hidup tidak sehat, stres yang tinggi, hingga tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, stres, merokok, dan konsumsi alkohol,” papar dr. Diah. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat