Puluhan Peserta Antusias Ikuti Peringatan Hari Gizi Nasional di RS Al Irsyad Surabaya

Puluhan peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan Hari Gizi Nasional yang digelar oleh Rumah Sakit (RS) Al Irsyad pada Sabtu 4 Februari 2023.

Bertempat di lantai 4 rumah sakit yang terletak di Jalan KH Mas Mansyur Surabaya itu, para peserta diberikan edukasi tentang pentingnya protein hewani untuk cegah stunting dan demo masak.

Salah satu pembicara, Ratna Kuatiningsari, S. Gz menyampaikan materi tentang ‘Kaya Protein Hewani untuk Cegah Stunting’.

“Sekitar 75 peserta mengikuti kegiatan yang diadakan oleh RS Al Irsyad. Para peserta begitu antusias dan mereka aktif untuk bertanya,” kata Ratna salah satu ahli gizi dari RS Al Irsyad kepada redaksi.

Menurutnya, 75 peserta itu terdiri dari guru PAUD, guru SD, anak SD, ibu-ibu hamil, dan KSH (Kader Surabaya Hebat) Wilayah Surabaya Utara dan Barat.

Ia melanjutkan, kegiatan digelar selain untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari, juga memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga gizi untuk mencegah stunting.

“Angka stunting di Indonesia masih tinggi. Oleh sebab itu, kegiatan ini mengajak masyarakat Surabaya untuk hidup sehat guna mencegah stunting,” ujarnya.

Dijelaskannya, hal yang paling mendasar untuk mencegah stunting adalah persiapan gizi di pra konsepsi.

“Pra konsepsi sebelum kehamilan yang dimulai dari masa remaja terutama remaja putri. Remaja putri harus dibekali persiapan gizi yang cukup,” tegasnya.

Biasanya, para remaja mengalami kekurangan gizi mengakibatkan anemia, kekurangan energi kronik, malnutrisi underweight.

“Bila dari bibitnya si remaja putri gizinya sudah jelek nanti akan meneruskan generasi yang jelek ya karena bayinya akan terkena stunting.

“Siklusnya remaja putri yang malnutrisi itu ketika hamil maka akan ada masalah juga. Selama remaja mengalami anemia, ketika hamil kemungkinan besar menderita anemia juga. Bila ibunya anemia, maka bayinya pasti menderita gizi buruk. Mulai dari bayinya menderita anemia, juga tubuhnya pendek bila tidak tertangani dengan ASI eksklusif dan MPASI (makanan pendamping ASI) yang kualitasnya terbaik. Maka sebaiknya sejak bayi, gizinya harus tercukupi,” terangnya.

Ia menambahkan, makanan sehat tidak mesti harganya yang mahal. Misalnya tidak harus minum susu tetapi bisa menggantikannya dengan mengkonsumsi telur.

“Telur itu adalah salah satu representasinya paling baik dibandingkan sumber protein hewani yang lain kayak daging, ikan. Telur itu sudah terbaik untuk pemenuhan gizi,” sebutnya.

Pemenuhan protein hewani untuk masyarakat di Indonesia masih dibilang sedikit.

“Kenapa hari Gizi Nasional kali ini tentang pemenuhan protein hewani karena terbukti meningkatkan kepintaran anak dan gizinya baik. Tidak harus mengkonsumsi ikan tuna atau yang mahal tapi bisa menggunakan ikan lele untuk memenuhi kebutuhan gizi anak,” jelasnya.

Setelah mendapatkan materi gizi hewani, para peserta mendapatkan demo masak yang diajarkan oleh Chef Ariyanto.

Para peserta diajarkan membuat tiga menu yaitu chicken steak, beef pasty dan pan fried of fish. Selesai acara, para peserta juga mendapatkan goody bag dan door prize.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat