Puasa? Kandungan Gizi ini Diperlukan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Pada bulan puasa, tubuh seseorang tetap harus mendapatkan asupan makanan yang sama dengan hari-hari biasa dan yang membedakan adalah waktu pemberiannya saja. Maka seseorang perlu memberikan perhatian lebih pada kandungan gizi yang terdapat dalam makanan yang dikonsumsinya.

Menjaga kesehatan tubuh dan memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh merupakan sebuah hal yang sangat penting diperhatikan agar tubuh dapat selalu segar dan bugar dalam menjalankan ibadah puasa.

Dalam hal ini pada bulan puasa, seseorang yang biasanya kebutuhan gizinya dicukupi dengan cara 3 kali waktu makan dalam sehari. Pada bulan puasa asupan  diberikan pada saat sahur dan buka.

Dr. Chairul Effendi, Sp. PD, K. Al, salah satu Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya mengatakan “Untuk mencukupi kebutuhan energi, seseorang harus menerapkan pola makan sehat yang harus mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang seimbang agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa,” katanya

Menurutnya, mencukupi kebutuhan karbohidrat diharuskan karena memang sumber energi atau tenaga manusia berasal dari pembakaran karbohidrat sehingga menghasilkan kalori dalam tubuh. Jika kebutuhan karbohidrat tersebut kurang, maka selama bulan puasa tentunya seseorang akan merasa letih dan lemas.

Sedangkan kebutuhan protein digunakan tubuh untuk membentuk antibodi agar terhindar dari penyakit. Dengan memenuhi kebutuhan protein selama bulan puasa, tentunya seseorang akan tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

Kemudian kebutuhan lemak digunakan tubuh sebagai bahan untuk menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh, untuk itu mencukupi kebutuhan lemak juga tidak kalah pentingnya dengan mencukupi kebutuhan karbohidrat.

“Selain itu, yang juga perlu diperhatikan saat bulan puasa, agar tubuh tetap bugar sampai hari kemenangan tiba adalah asupan air mineral, karena selama 12 hingga 13 jam seseorang berpuasa, kandungan cairan dalam tubuhnya banyak berkurang,” Imbuhnya

Ia juga memaparkan bahwa segala hal termasuk aturan atau pedoman dalam melaksanakan ibadah puasa merupakan sebuah aturan yang benar-benar sempurna dan pasti memiliki alasan kesehatan dibalik itu semua. Untuk itu segala aturan yang mengatur tentang tata cara berpuasa harus diperhatikan dan diikuti secara cermat khususnya pada waktu berbuka agar kesehatan pencernaan dapat tetap terjaga.

“Pada saat berbuka puasa, seseorang harus memahami bahwa lambung yang dimilikinya memerlukan waktu untuk beradaptasi setelah seharian belum memproses sesuatu apapun.
Saat berbuka usahakan awali dengan air putih secukupnya dan makan-makanan ringan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar lambung dapat beradaptasi,” jelasnya

Setelah menunaikan sholat maghrib, ia melanjutkan, barulah seseorang boleh mengonsumsi makanan besar. Namun yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi makanan besar yaitu janganlah makan-makanan yang iritan. Istilah makanan yang iritan dalam dunia medis tersebut seperti makanan yang terlalu pedas, terlalu panas, terlalu dingin dan lain sebagainya, agar tidak merusak dinding lambung dan pada akhirnya menimbulkan penyakit maag.

“Setelah, asupan makanan telah tercukupi dengan baik, maka seseorang juga harus berolahlaga secara rutin atau membuat tubuhnya tetap beraktifitas seperti hari-hari biasa agar proses metabolisme tubuhnya tetap dapat berjalan dengan baik sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai macam penyakit selama menjalankan ibadah puasa,” tutupnya.

Semoga selalu sehat saat berpuasa. Silakan konsultasikan berbagai keluhan kesehatan yang Anda atau keluarga alami di Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya. Dokter-dokter kami siap melayani Anda.(nsa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat