Puasa Baik untuk Mencegah Penyakit Jantung

Puasa dari beberapa penelitian dapat meningkatkan kesehatan dan bisa mencegah penyakit jantung serta penyakit lainnya.

Pernyataan itu disampaikan oleh dr Diah Rachmania, Sp.JP, FIHA, Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya dalam bincang medica di Radio Suara Muslim Surabaya, Sabtu (23/4/2022).

Menurutnya, pasien penyakit jantung dapat meningkatkan kekuatan jantungnya di saat beribadah puasa dengan syarat yang telah ditentukan.

“Sebaiknya penderita penyakit jantung mengkonsultasikan untuk beribadah puasa kepada dokter,” kata dr Diah Rachmania.

Ia menjelaskan sebaiknya pasien jantung berkonsultasi kepada dokter sebelum menjalankan ibadah puasa.

“Karena dokter itu lebih mengetahui kondisi yang merawat pasiennya tersebut,” ujarnya.

Syarat pasien jantung untuk dapat berpuasa secara sehat adalah yang kondisinya telah stabil.

“Kondisinya pasien telah stabil dalam 3 bulan terakhir,” jelasnya.

Diteruskannya, pasien penderita penyakit jantung tidak sama dengan penyakit flu atau infeksi lainnya yang bila berobat bisa langsung sembuh.

“Karena penderita jantung harus berobat secara berkesinambungan atau seumur hidupnya dan tidak boleh lepas dari obat,” terang dia.

Puasa sendiri dapat memperbaiki kolesterol. Dan penyakit jantung itu banyak macamnya.  Seperti penyakit jantung koroner. Dimana pembuluh darah koroner mensuplai makanan dan oksigen ke jantung tertutup oleh plak atau lemak di jantung nya.

“Penyakit jantung koroner ini lebih banyak menyebabkan kematian. 30 persen dari seluruh penyebab kematian di Indonesia dan juga di seluruh dunia,” terangnya.

Penyakit jantung koroner dapat diperbaiki dengan jalan puasa. Yaitu meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat sehingga bisa memperbaiki pembuluh darah.

“Puasa juga dapat menurunkan kolesterol jahat dengan mengurangi plak yang ada di pembuluh darah,” lanjutnya.

Puasa juga bisa menurunkan berat badan, menurunkan hipertensi dan menurunkan kolesterol jahat, yang biasanya menjadi faktor-faktor resiko penderita penyakit jantung. Sehingga bisa memperbaiki keluhan dan meningkatkan kesehatan pasien-pasien jantung.

“Karena dengan berpuasa dapat memperkecil asupan ke tubuh dan menurunkan stres,” paparnya.

Saat berbuka puasa sebaiknya mengkonsumsi makanan yang baik-baik. Juga tidak melewatkan makan sahur dan berolahraga yang ringan.

“Saat terbuka sebaiknya jangan mengkonsumsi makanan yang besar dan berat,” tegasnya.

Untuk pasien penyakit gagal jantung yang kondisinya kaki bengkak sebaiknya jangan banyak terlalu mengkonsumsi cairan. 

“Maksimal minum 6 gelas air dan makan sayuran serta ikan. Sebaiknya direbus atau steam atau dikukus dan jangan memilih yang digoreng,” terangnya.

Sebaiknya satu piring dibagi menjadi dua, setengahnya ntuk sayur dan setengahnya lagi untuk karbohidrat baik itu dari nasi atau kentang.

“Karena karbohidrat itu mengandung zat pati atau gula tersembunyi. Saat berbuka sebaiknya mengkonsumsi makanan yang cepat menghasilkan energi namun tetap memiliki nilai gizi yang baik seperti kurma, buah-buahan, dan bukan goreng-gorengan atau makanan yang berlemak tinggi,” tandasnya. (Sdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat